Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 April 2011

Pentingnya Web Hosting untuk Bisnis Pribadi



Untuk memiliki sebuah usaha pribadi adalah hal yang dapat dilakukan saat ini dalam mendapatkan pendapatan. Ini memungkinkan kita menentukan segala sesuatu sesuai dengan kemauan kita sendiri, seperti barang apa yang akan kita jual, jumlah pegawai yang akan kita pekerjakan, dan sistem pemasaran yang akan kita jalankan. Semua itu bisa kita tentukan sesuai dengan selera dan keinginan kita pribadi. Kita bisa menjadi atasan atas bisnis kita sendiri. Inilah yang membuat banyak orang berkemauan untuk menjalankan bisnis pribadi. Sebagian dari kita memutuskan untuk berbisnis karena tidak menyukai ritme kerja ketika menjadi seorang pegawai. Banyak hal yang harus menjadi pembatas untuk seorang pegawai, seperti waktu dan ukuran gaji tiap bulan. Hal ini tidak berlaku untuk bisnis pribadi.

Saat ini, ada banyak cara modern yang dapat kita pergunakan untuk memasarkan produk yang kita jual. Salah satunya adalah dengan menggunakan media eletronik. Jika kita mempunyai banyak modal, kita bisa membuat iklan untuk di tayangkan di televisi. Ini adalah salah satu cara efektif yang dapat kita lakukan. Jika modal kita tidak terlalu banyak, kita dapat memilih untuk membuat iklan untuk radio. Biaya yang harus di keluarkan tidak sebesar dengan pemasangan iklan di televisi. Dana yang kita punya akan menentukan media elektronik yang kita gunakan dalam pemasaran.

Tetapi, ada hal lain yang dapat kita pilih untuk memasarkan produk. Caranya adalah dengan membuat website untuk produk yang kita jual. Untuk membuat website ini bisa di kunjungi banyak orang dalam waktu yang bersamaan, kita bisa menggunakan jasa Hosting. Untuk mendapatkan jasa yang terbaik untuk layanan ini, kita dapat mengunjungi Indovps.com. Di dalam website ini, kita akan dibantu untuk membuat website yang kita miliki untuk menjadi lebih baik. Para pelanggan akan dengan mudah mendapatkan informasi mengenai produk yang menjadi andalan kita selama ini ataupun produk baru yang kita tawarkan. Seperti yang telah kita ketahui, bahwa penggunaan internet telah menjadi gaya hidup saat ini. Siapapun bisa mengakses internet dari berbagai daerah. Bahkan kemajuan teknologi dalam telepon genggam telah memberikan kontribusi besar kepada masyarakat dalam penggunaan internet. Dengan menggunakan jasa layanan pembuatan web hosting, website yang kita miliki akan mudah untuk di kunjungi pelanggan. Mereka dapat membuka website ini di saat yang bersamaan.

Jadi, apabila kita ingin memajukan bisnis pribadi yang kita miliki, web hosting bisa menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan. Ini akan sangat membantu pemasaran produk yang kita tawarkan kepada masyarakat. Ini dapat menjadi fasilitas bagi mereka untuk mendapatkan informasi dengan mudah. Dapatkan layanannya sekarang dan rasakan perbedaan pada bisnis yang kita miliki! Pemasaran pun akan menjadi lebih mudah dan efektif.

Senin, 20 Desember 2010

TUGAS 8


TUGAS 8

BISNIS INTERNASIONAL

1. Dalam bisnis internasional dikenal dua transaksi bisnis internasional, yaitu ;
a. Perdagangan Internasional (International Trade)
Dalam hal perdagangan internasional yang merupakan transaksi antar Negara itu biasanya dilakukan dengan cara tradisional yaitu dengan cara ekspor dan impor. Dengan adanya transaksi ekspor dan impor tersebut maka akan timbul “NERACA PERDAGANGAN ANTAR NEGARA” atau “BALANCE OF TRADE”. Suatu Negara dapat memiliki Surplus Neraca Perdagangan atau Devisit Neraca Perdagangannya. Neraca perdagangan yang surplus menunjukan keadaan dimana Negara tersebut memiliki nilai ekspor yang lebih besar dibandingkan dengan nilai impor yang dilakukan dari Negara partner dagangnya. Dengan neraca perdagangan yang mengalami surplus ini maka apabila keadaan yang lain konstan maka aliran kas masuk ke Negara itu akan lebih besar dengan aliran kas keluarnya ke Negara partner dagangnya tersebut. Besar kecilnya aliran uang kas masuk dan keluar antar Negara tersebut sering disebut sebagai “NERACA PEMBAYARAN” atau “BALANCE OF PAYMENTS”. Dalam hal ini neraca pembayaran yang mengalami surplus ini sering juga dikatakan bahwa Negara ini mengalami PERTAMBAHAN DEVISA NEGARA. Sebaliknya apabila Negara itu mengalami devisit neraca perdagangannya maka berarti nilai impornya melebihi nilai ekspor yang dapat dilakukannya dengan Negara lain tersebut. Dengan demikian maka Negara tersebut akan mengalami devisit neraca pembayarannya dan akan menghadapi PENGURANGAN DEVISA NEGARA.


b. Pemasaran International (International Marketing)
Pemasaran internasional yang sering disebut sebagai Bisnis Internasional (International Busines) merupakan keadaan dimana suatu perusahaan dapat terlibat dalam suatu transaksi bisnis dengan Negara lain, perusahaan lain ataupun masyarakat umum di luar negeri. Transaksi bisnis internasional ini pada umumnya merupakan upaya untuk memasarkan hasil produksi di luar negeri. Dalam hal semacam ini maka pengusaha tersebut akan terbebas dari hambatan perdagangan dan tarif bea masuk karena tidak ada transaksi ekspor impor. Dengan masuknya langsung dan melaksanakan kegiatan produksi dan pemasaran di negeri asing maka tidak terjadi kegiatan ekspor impor. Produk yang dipasarkan itu tidak saja berupa barang akan tetapi dapat pula berupa jasa. Transaksi bisnis internasional semacam ini dapat ditempuh dengan berbagai cara antara lain :
- Licencing
- Franchising
- Management Contracting
- Marketing in Home Country by Host Country
- Joint Venturing
- Multinational Coporation (MNC)
Semua bentuk transaksi internasional tersebut diatas akan memerlukan transaksi pembayaran yang sering disebut sebagai Fee. Dalam hal itu Negara atau Home Country harus membayar sedangkan pengirim atau Host Country akan memperoleh pembayaran fee tersebut.
Pengertian perdagangan internasional dengan perusahaan internasional sering dikacaukan atau sering dianggap sama saja, akan tetapi seperti kita lihat dalam uraian diatas ternyata memang berbeda. Perbedaan utama terletak pada perlakuannya dimana perdagangan internasinol dilakukan oleh Negara sedangkan pemasaran internasional adalah merupakan kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan. Disamping itu pemasaran internasional menentukan kegiatan bisnis yang lebih aktif serta lebih progresif dari pada perdagangan internasional.

2. Tahap dalam memasuki bisnis internasional pada umumnya terlibat atau melibatkan diri secara bertahap dari tahap yang paling sederhana yang tidak mengandung resiko sampai dengan tahap yang paling kompleks dan mengandung risiko bisnis yang sangat tinggi. Adapun tahap tersebut secara kronologis adalah sebagai berikut :
1. Ekspor Insidentil
2. Ekspor Aktif
3. Penjualan Lisensi
4. Franchising
5. Pemasaran di Luar Negeri
6. Produksi dan Pemasaran di Luar Negeri
1. EKSPOR INSIDENTIL (INCIDENT At EXPORT)
Dalam rangka untuk masuk ke dalam dunia bisnis Internasional suatu perusahaan pada umumnya dimulai dari suatu keterlibatan yang paling awal yaitu dengan melakukan ekspor insidentil. Dalam tahap awal ini pada umumnya terjadi pada saat adanya kedatangan orang asing di negeri kita kemudian dia membeli barang-barang dan kemudian kita harus mengirimkannya ke negeri asing itu.


2. EKSPOR AKTIF (ACTIVE EXPORT)
Tahap terdahulu itu kemudian dapat berkembang terus dan kemudian terjalinlah hubungan bisnis yang rutin dan kontinyu dan bahkan transaksi tersebut makin lama akan semakin aktif. Keaktifan hubungan transaksi bisnis tersebut ditandai pada umumnya dengan semakin berkembangnya jumlah maupun jenis komoditi perdagangan Internasional tersebut. Dalam tahap aktif ini perusahaan negeri sendiri mulai aktif untuk melaksanakan manajemen atas transaksi itu. Tidak seperti tahap awal di mana pengusaha hanya bertindak pasif. Oleh karena itu dalam tahap ini sering pula disebut sebagai tahap “ekspor aktif", sedangkan tahap pertama tadi disebut tahap pembelian atau “Purchasing".


3. PENJUAlAN LISENSI (LICENSING)
Tahap berikutnya adalah tahap penjualan Iisensi. Dalam tahap ini Negara pendatang menjual lisensi atau merek dari produknya kepada negara penerima. Dalam tahap yang dijual adalah hanya merek atau lisensinya saja, sehingga negara penerima dapat melakukan manajemen yang cukup luas terhadap pemasaran maupun proses produksinya termasuk bahan baku serta peralatannya. Untuk keperluan pemakaian lisensi tersebut maka perusahaan dan negara penerima harus membayar fee atas lisensi itu kepada perusahaan asing tersebut.


4. FRANCHISING
Tahap berikutnya merupakan tahap yang lebih aktif lagi yaitu perusahaan di suatu negara menjual tidak hanya lisensi atau merek dagangnya saja akan tetapi lengkap dengan segala atributnya termasuk peralatan, proses produksi, resep-resep campuran proses produksinya, pengendalian mutunya, pengawasan mutu bahan baku maupun barang jadinya, serta bentuk pelayanannya. Cara ini sering dikenal sebagai bentuk "Franchising". Dalam hal bentuk Franchise ini maka perusahaan yang menerima disebut sebagai "Franchisee" sedangkan perusahaan pemberi disebut sebagai "Franchisor". Bentuk ini pada umumnya berhasil bagi jenis usaha tertentu misalnya makanan, restoran, supermarket, fitness centre dan sebagainya.


Beberapa contoh kongkrit dari bentuk ini adalah KFC (Kentucky Fried Chiken), Mc Donalds, California Fried Chiken dan sebagainya. Bentuk ini pada saat ini berkembang tidak saja antarnegara akan tetapi saat ini juga terdapat bentuk-bentuk franchise yang terjadi di dalam suatu negara itu sendiri.
Sebagai contoh untuk Indonesia adaIah Es Teler 77, Ayam Goreng NY. Suharti, Hero Supermarket dan lain sebagainya. Bentuk Franchise yang pada saat ini populer di negeri kita dan juga di negara lain dan banyak dilaksanakan di dalam negeri sendiri antar perusahaan domestik ini memiliki beberapa kebaikan yang antara lain :
a. Manajemen sistem yang sudah teruji.
b. Memiliki nama yang sudah terkenal.
c. Performance record yang sudah mapan untuk alat penilaian.
Sebaliknya bentuk ini juga memiliki kejelekan yaitu :
a. Biaya tinggi untuk menrlapatkan Franchise
b. Keputusan bisnis akan dibatasi oleh Francilisor
c. Sangat dipengaruhi oleh kegagalan dari bentuk Franchise lain. Apabila terdapat kegagalan yang satu akan timbul anggapan bahwa bentuk franchise yang lain pun jelek juga.


5. PEMASARAN DI LUAR NEGERI
Tahap berikutnya adalah bentuk Pemasaran di Luar negeri. Bentuk ini akan memerlukan intensitas manajemen serta keterlibatan yang lebih tinggi karena perusahaan pendatang (Host Country) haruslah betul-betul secara aktif dan mandiri untuk melakukan manajemen pemasaran bagi produknya itu di negeri asing (Home Country). Lain dengan tahap-tahap sebelumnya maka manajemen pemasaran masih tetap berada dalam tanggung jawab dari perusahaan di negara penerima. Dalam hal itu maka perusahaan itu akan mengetahui lebih pasti tentang perilaku konsumennya yang tidak lain dan tidak asing baginya karena mereka adalah juga orang-orang setempat atau penduduk setempat pula. Lain halnya dalam tahap ini maka pengusaha pendatang yang nota bene adalah orang asing harus mampu untuk mengetahui perilaku serta kebiasaan yang ada di negeri penerima itu sehingga dapat dilakukan program-program pemasaran yang efektif. Tahap ini sering pula disebut sebagai tahap "Pemasaran Aktif" atau "Active Marketing".


6. PRODUKSI DAN PEMASARAN DI LUAR NEGERI (Total International Business)
Tahap yang terakhir adalah tahap yang paling intensif dalam melibatkan diri pada bisnis internasional yaitu tahap "Produksi dan Pemasaran di Luar Negeri". Tahap ini juga disebut sebagai "Total International Business". Bentuk inilah yang menimbulkan MNC (Multy National Corporation) yaitu Perusahaan Multi Nasional. Dalam tahap ini perusahaan asing datang dan mendirikan perusahaan di negeri asing itu lengkap dengan segala modalnya, Ialu melakukan proses produksi di negeri itu, kemudian menjuaI hasil produksinya itu di negeri itu juga dan bahkan mungkin lalu dijualnya ke negara asing lagi sebagai ekspor dari negeri penerima tersebut. Bentuk ini memiliki unsur positif bagi negara yang sedang berkembang karena dalam bentuk ini negara penerima tidak perlu menyediakan modal yang sangat banyak untuk mendirikan pabrik tersebut yang pada umumnya negara berkembang masih miskin dana untuk pembangunan bangsanya.
Suatu negara yang ingin melindungi salah satu cabang industrinya di dalam negeri akan selalu mengenakan tarif bea masuk yang tinggi terhadap masuknya barang-barang hasil industri yang bersangkutan dari negara asing ke negerinya itu. Hal ini wajar karena apabila tidak maka impor barang hasil industri dari negara asing itu akan menyaingi dan kemudian mematikan cabang industri tersebut di dalam negerinya sendiri. Tarif bea masuk tersebut akan diberlakukan sedemikian rupa tingginya sehingga menjadikan harga jual barang-barang yang diimpor itu nanti akan lebih tinggi daripada harga barang tersebut yang dibuat oleh industri di dalam negerinya sendiri itu.
Hambatan perdagangan adalah antara lain berupa pemilihan partner dagang dari suatu negara tertentu saja yang biasanya partner tersebut dipilih atas dasar pertimbangan baik ekonomis maupun nonekonomis. Dalam hal ini misalnya saja hanya dari negara-negara yang serumpun ataupun yang menjadi kelompok ekonomi tertentu seperti MEE (Masyarakat Ekonomi Eropa atau Europian Economic Community), begitu pula ASEAN yang pada saat ini membentuk AFTA (Asean's Free Trade Area). Selain itu negaia-negara di Amerika Utara dan Kanada juga membentuk blok perdagangan seperti itu yang disebutnya sebagai NAFTA (North American Free Trade Agreement) dan sebagainya. Lebih dari itu bahkan seringkali proteksi macam ini dilakukan atas dasar pertimbangan militer yaitu hanya negara-negara yang tergabung dalam suatu pakta pertahanan militer tertentu saja.
Suatu cara lain yang sering dipergunakan oleh suatu negara untuk membatasi impor suatu komoditi tertentu adalah dengan menetapkan "Quota Impor". Dalam hal ini negara tersebut menentukan bahwa untuk komoditi tertentu hanya dapat diimpor sampai dengan jumlah tertentu saja dan tidak diperkenankan melebihi jumlah quota yang telah ditentukan. Oleh sebab itulah maka bagi Indonesia yang ingin melebarkan jalur perdagangan internasionalnya selalu mencari negara-negara lain yang tidak mengenakan quota terhadap barang dagangan kita. Negara yang tidak menetapkan quota lalu disebut sebagai "Negara nonquota".
Cara lain lagi yang terasa sangat keras adalah dengan melakukan "embargo". Dengan cara demikian maka negara tersebut melarang masuknya semua komoditi yang datang dari suatu negara tertentu yang dikenakan embargo tersebut. Sebagai contoh negara Irak setelah kalah perang dalam perang teluk dan tidak mau mematuhi ketentuan PBB untuk memusnahkan senjata nuklirnya lalu dikenai sanksi embargo oleh semua negara di seluruh dunia. Dengan embargo itu maka Irak mengalami penderitaan ekonomi yang akhirnya lalu memenuhi tuntutan PBB dan kemudian berhasil mengendorkan embargo tersebut.
Masih ada satu bentuk lain lagi bagi suatu negara untuk membatasi Impor dari negara lain yaitu dengan cara yang sering disebut sebagai "Exchange Control" atau dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai "Imbal Beli". Dengan cara ini maka setiap negara yang akan menjual barangnya ke suatu negara maka dia harus juga membeli komoditi dari negara tersebut. Dengan cara ini maka apabila negara itu tidak membeli komoditi imbalan maka transaksi Impor itu pun akan gagal.

3. Beberapa hambatan dalam dalam memasuki bisnis internasional yaitu :
1. Batasan perdagangan dan tarif bea masuk
2. Perbedaan bahasa, social budaya/cultural
3. Kondisi politik dan hokum/perundang-undangan
4. Hambatan operasional

1. PERBEDAAN BAHASA, SOSIAL BUDAYA / KULTURAL
Perbedaan dalam hal bahasa seringkali merupakan hambatan bagi kelancaran bisnis Internasional, hal ini disebabkan karena bahasa adalah merupakan alat komunikasi yang vital baik bahasa lisan maupun bahasa tulis. Tanpa komunikasi yang baik maka hubungan bisnis sukar untuk dapat berlangsung dengan Iancar. Hambatan bahasa ini pada saat ini semakin berkurang berkat adanya bahasa Internasional yaitu bahasa lnggris. Meskipun demikian perbedaan bahasa ini tetap merupakan hambatan yang harus diwaspadai dan dipelajari dengan baik karena suatu ungkapan dalam suatu bahasa tertentu tidak dapat diungkapkan secara begitu saja (letterlijk) dengan kata yang sama dengan bahasa yang lain. Bahkan suatu merek dagang atau nama produk pun dapat memiliki arti yang lain dan sangat negatif bagi suatu negara tertentu. Sebagai contoh pabrik mobil Chevrolet yang memberikan nama suatu jenis mobilnya dengan nama "Chevrolet's Nova", pada hal di negara Spanyol kata "No Va" berarti "tidak dapat berjalan". Oleh karena itu maka sangat sulit untuk memasarkan produk tersebut di negara Spanyol tersebut.
Perbedaan kondisi sosial budaya merupakan suatu masalah yang harus dicermati pula dalam melakukan bisnis Internasional. Misalnya saja pemberian warna terhadap suatu produk ataupun bungkusnya harus hati-hati karena warna tertentu yang di suatu negara memiliki arti tertentu di negara lain dapat bermakna yang bertentangan. Perbedaan budaya ataupun kebiasaan juga perlu diperhatikan. Misalnya orang Jepang memiliki kebiasaan untuk tidak mau mendekati wanita bila membeli di supermarket, sehingga hal ini membawa konsekuensi bahwa barang-barang yang berupa alat-alat kosmetik pria jangan ditempatkan berdekatan dengan kosmetik wanita, sebab tidak akan didekati oleh pembeli pria.


2. HAMBATAN POLITIK, HUKUM DAN PERUNDANG-UNDANGAN
Hubungan politik yang kurang baik antara satu negara dengan negara yang lain juga akan mengakibatkan terbatasnya hubungan bisnis dari kedua negara tersebut. Sebagai contoh yang ekstrim Amerika melakukan embargo terhadap komoditi perdagangan dengan negara-negara Komunis.
Ketentuan Hukum ataupun Perundang-undang yang berlaku di suatu negara kadang juga membatasi berlangsungnya bisnis internasional. Misalnya negara-negara Arab melarang barang-barang mengandung daging maupun minyak babi.
Lebih dan itu undang-undang di negaranya sendiri pun juga dapat membatasi berlangsungnya bisnis Internasional, misalnya Indonesia melarang ekspor kulit mentah ataupun setengah jadi, begitu pula rotan mentah dan setengah jadi dan sebagainya.


3. HAMBATAN OPERASIONAL
Hambatan perdagangan atau bisnis internasional yang lain adalah berupa masalah operasional yakni transportasi atau pengangkutan barang yang diperdagangkan tersebut dari negara yang satu ke negara yang lain. Transportasi ini seringkali sukar untuk dilakukan karena antara kedua negara itu belum memiliki jalur pelayaran kapal laut yang reguler. Hal ini akan dapat mengakibatkan bahwa biaya pengangkutan atau ekspedisi kapal laut untuk jalur tersebut akan menjadi sangat mahal. Mahalnya biaya angkut itu dikarenakan selain keadaan bahwa kapal pengangkutnya hanya melayani satu negara itu saja yang biasanya lalu mahal, maka kembalinya kapal tersebut dati negara tujuan itu akan menjadi kosong. Perjalan kapal kosong di samudera luas akan sangat membahayakan bagi keselamatan kapal itu sendiri.

Sumber : * http://qeyty.blogspot.com/2008/10/bab-v-bisnis-internasional.html

Jumat, 12 November 2010

TUGAS 6


TUGAS 6

PENGANTAR BISNIS (SOFTSKILL)

1. Jelaskan dengan singkat, ada berapa sifat produksi yang saudara –saudara ketahui ? Max 4 .
2. Jelaskan dengan singkat pengertian produksi secara umum dan secara ekonomi !
3. Dalam bidang produsi mempunyai lima tanggung jawab keputusan uttama . Sebutkan, Jelaskan !
>>>
1. Sifat produksi yang saya ketahui ;
a) Selalu barorientasi pada kualitas dan efisiensi.
Kualitas dan efisiensi produk perlu menjadi dasar bagi proses produksi. Dalam era globalisasi sekarang ini persaingan antar produk yang sejenis berjalan sangat ketat, oleh karena itu di dalam proses produksi harus menjaga kualitas produk yang baik sehingga banyak disukai konsumen. Disamping itu, efisiensi perlu ditingkatkan agar dapat menekan biaya produksi menjadi serendah mungkin. Dengan biaya produksi yang rendah, berarti ia dapat menghasilkan output/ barang dengan harga yang murah. Barang yang harganya murah cendrung akan banyak pembelinya karena menarik minat konsumen .
b) Berani mengambil resiko
Dalam proses produksi, haruslah berani menanggung kerugian jika ternyata hasil usahanya belum memberi keuntungan untuk sementara waktu.
c) Mampu menentukan tujuan
Dengan tujuan yang jelas seorang produsen dapat dengan mudah menilai apakah bidang usaha yang digelutinya sesuai dengan tujuan yang telah lebih dahulu direncanakan.
d) Mampu membuat perencanaan dan pengawasan yang efektif
Tanpa ada perencanaan produsen tidak mampu melakukan penetapan prioritas kegiatan dalam memanfaatkan berbagai sumber dan faktor produksi yang dimiliki dalam jumlah yang terbatas. selain itu produsen perlu menciptakan sistem pengawasan yang baik agar perencanaan yang telah dibuat dapat dilakukan tanpa ada penyimpangan.

2. Produksi secara umum adalah suatu proses/ siklus kegiatan- kegiatan ekonomi untuk menghasilkan barang/ jasa tertentu dengan memanfaatkan faktor- faktor produksi dalam waktu tertentu .
Produksi secara ekonomi adalah kegiatan yang menciptakan manfaat(utility) baik dimasa kini maupun masa yang akan datang .

3. Lima(5) tanggungjawab keputusan utama dalam bidang produksi ;
a) Proses produksi
Keputusan yang termasuk dalam kategori ini pada prinsipnya berkaitkan dengan penentuan wahana/ fasilitas fisik yang dipergunakan untuk terjadi transformasi input menjadi produk/ jasa . Keputusan yang dimaksud meliputi teknologi produksi, tipe peralatan, jenis proses dan aliran produksi, tata letak fasilitas . Pada umumnya keputusan- keputusan yang diambil  dalam ketegori ini berdampak jangka panjang dan tidak mudah diubah dalam waktu yang singkat .
b) Kapasitas
Keputusan- keputusan yang termasuk dalam kategori ini berkaitan dengan penentuan kemampuan sistem produksi untuk menghasilkan barang dalam jumlah dan waktu yang tepat . Dipandang dari sudut waktu dibedakan atas keputusan jangka panjang( penentuan kapasitas design sistem produksi, expansi kapasitas, integrasi vertikal, integrasi horizontal dsb), keputusan jangka menengah(penentuan sub kontak, penambahan mesin, rekrutasi tenaga kerja dsb), keputusan jangka pendek, pada prinsipnya berkaitan dengan pengalokasian pendayagunaan sumber- sumber yang tersedia untuk menghasilkan barang yang diminta konsumen . Keputusan ini diantaranya adalah penjadwalan produksi, pengaturan mesin, dsb .
c) Persediaan
Keputusan yang termasuk dalam kategori ini pada hakekatnya berkaitan dengan pengaturan material yang diperlukan untuk keperluan produksi, mulai dari pengaturan bahan baku, barang setengah jadi maupun produk setengah jadi . Ditinjau dari segi permasalahan yang dihadapi, keputusan ini dapat dibedakan atas keputusan Operating System persediaan dan keputusan tentang policy persediaan .
d) Tenaga kerja
mengelola orang merupakan pekerjaan terpenting yang perlu dibuat oleh seorang manajer  mengingat tenaga kerja tidak harus sebagai salah satu faktor produksi tetapi merupakan faktor penentu dari keberhasilan aktifitas dalam sistem produksi . Keputusan dalam kategori ini dimulai sejak proses seleksi karyawan sampai dengan pensiun . Adapun keputusan- keputusan rutin diantaranya penugasan karyawan, pengaturan lembur dan cuti, pengiliran kerja , dsb .
e) Kualitas produksi
Manajer produksi bertanggung jawab atas kualitas dari barang/ jasa yang dihasilkan . Oleh sebab itu manajer produksi wajib untuk melakukan kegiatan- kegiatan agar produk/ jas yang dihasilkan sesuai denagn standar yang telah ditetapkan .

Sumber ;
* mei-azzahra.com
* santaidisiniyuk.blogspot.com/2009/08/manajement-produksi.html

Sabtu, 02 Oktober 2010

Tugas 1



Pertanyaan ;
1. Mengapa anda harus belajar bisnis ?
2. Faktor- faktor apa saja yang mempengaruhi iklim bisnis di Indonesia ? Jelaskan!

Jawaban ;
1. Menurut saya belajar bisnis itu sangatlah penting . Kita harus belajar bisnis dikarenakan ;
- sebagai modal awal dalam berbisnis
- untuk menambah ilmu dan pengetahuan
- untuk mengasah dan meningkatkan skills(kemampuan) dalam dunia bisnis
- agar mengenal, mengetahui, mengerti dan memahami betul apa dan bagaimana  sebenarnya dunia bisnis, arti bisnis, sejarah dan perkembangan bisnis, cara- cara memilih  bisnis yang baik, cara- cara memulai bisnis yang baik, dan tehnik- tehnik serta etika dalam dunia bisnis
- untuk lebih banyak mengetahui contoh-contoh kegiatan bisnis apa saja yang telah sukses dan yang sedang populer sukses, serta mengetahui bagaimana bisnis tersebut bisa muncul dan sukses
- supaya menghindari kerugian dan mendatangkan laba dalam berbisnis nantinya
- guna menjadi pribadi businessman yang baik dan sukses untuk kedepannya

2. Menurut saya faktor- faktor yang mempengaruhi iklim bisnis di Indonesia yaitu diantaranya ;
- Faktor politik
Faktor inilah yang sangat mempengaruhi karena Presiden selaku kepala pemerintahan berperan penting dan besar dalam semua sistem aspek kegiatan negara . Jadi semua tergantung pada pemerintah( presiden), jika terjadi pergantian presiden maka semua sistem aspek kegiatan negara akan mengalami perbedaan atau perubahan dengan sistem yang lama termasuk juga mempengaruhi iklim bisnis di Indonesia .
- Faktor ekonomi
Faktor ekonomi ini terdapat pada demand (permitaan pasar), krisis ekonomi dan kurs mata uang asing . Pada demand (permintaan pasar), tinggi rendahnya demand( permintaan pasar) inipun mempengaruhi iklim bisnis di Indonesia . Juga pada krisis ekonomi yang dapat menyebabkan inflasi yang juga berpengaruh terhadap bisnis di Indonesia . Dan serta pada kurs mata uang asing yang menjadi satuan nilai tukar dalam bertransaksi, yang apabila mengalami perubahan ini pula ikut mempengaruhi iklim bisnis di Indonesia .
- Faktor sosial
Pada faktor sosial ini berhubungan erat pada faktor politik(pemerintahan) dan faktor ekonomi . Seperti jika terjadi krisis pemerintahan dimana rakyat tidak lagi percaya pada presiden contohnya pada Mei 1997 di Indonesia, maka hal tersebut menimbulkan gejolak-gejolak sosial . Hal ini terjadi oleh faktor politik yang berakibat pada faktor ekonomi dan juga mempengaruhi iklim bisnis di Indonesia .