Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Oktober 2011

Titik Balik Kemajuan Karir

RASA bosan dan jenuh yang membelenggu terkadang merusak semangat kerja. Jangan putus asa dan menyerah. Lari dari jawaban. Justru inilah saatnya Anda bangkit.

Barangkali yang setuju bahwa saat yang tepat untuk mencari pekerjaan baru adalah ketika Anda merasa tidak nyaman dengan pekerjaan lama.

Jika Anda merasa mulai tidak nyaman dengan posisi sekarang, mungkinn sedang dalam tahap membutuhkan promosi ke tingkatan yang lebih menantang. Kalau Anda merasa tidak ada perkembangan yang cukup berarti bagi kemajuan karir agaknya pekerjaan lain bisa mulai dilirik.

Tapi tunggu dulu, jangan buru-buru berpikir untuk pindah pekerjaan, kalau masih ada celah naik posisi di kantor, Jangan cepat menyerah. Raihlah cita-cita karir Anda selama masih bisa. Apalagi bila Anda termasuk orang yang berperestasi. Tidak mudah memang. Tapi apa salahnya bila dicoba. Berikut ini panduannya:

Pertama yang harus dilakukan adalah membicarakan persoalan tersebut dengan baik dengan bos Anda. Duduklah dengan tenang dengan pembicaraan yang lebih terarah serta tertuju ke pokok permasalahan.

Ungkapkan kalau prestasi yang Anda lakukan sekarang adalah cara untuk mencapai tujuan bagi perusahaan. Jelaskan pula sasaran yang ingin Anda lakukan bagi kelangsungan dan kemajuan perusahaan. Dengan pembicaraan seperti ini, atasan akan menghormati serta menilai Anda memiliki rasa percaya diri dan dewasa.

Kedua, menawarkan bantuan untuk departemen lain pada atasan. Tak salah jika Anda dengan sukarela menawarkan diri untuk memberikan bantuan bagi departemen atau tim yang lain, atau bisa meminta dan bertanya tentang tanggung jawab lainnya yang bisa Anda lakukan.

Hal ini dapat meningkatkan nilai Anda di dalam perusahaan. Dengan menanyakan pekerjaan tambahan apa yang bisa dilakukan. Ini menunjukkan Anda sangat ingin membantu dan memberikan kontribusi yang besar bagi kemajuan dan kelangsungan perusahaan.

Langkah selanjutnya adalah mempertajam kemampuan. Interpersonal skill yang kuat dapat memberikan pengaruh yang tidak sedikit dalam situasi yang krusial sehingga dapat "meraup" hormat dari atasan atau partner kerja. Dengan sikap yang ramah, mudah bergaul dan berkarakter serta menjadi pendengar yang baik akan membantu Anda menggapai apa yang Anda inginkan.

Jadilah pribadi yang inovatif. Jangan pernah takut untuk mengutarakan sesuatu yang berbeda ketika manganalisa setiap permasalahan dalam kerangka pekerjaan. Solusi yang kreatif akan membuat Anda semakin "bernilai" di mata atasan Anda.

Cara lainnya yaitu, carilah seseorang yang dapat memberikan nasihat yang baik untuk kemajuan karir Anda.

"Jual" diri Anda. Ya jangan pernah ragu untuk membiarkan orang lain tahu apa kemajuan yang pernah terjadi pada Anda selama ini. Misalnya, mengenai program kinerja yang sukses ataupun masalah yang pernah Anda pecahkan.

Namun yang pasti, Anda harus tetap belajar. Jangan pernah lupa belajar dan mempertajam kecerdasan untuk meningkatkan karir ke jenjang yang lebih baik.
(sindo//tty)

SUMBER : okezone.com

Tata Cara Minta Naik Gaji

JAKARTA - Seorang karyawan tentu menginginkan kenaikan gaji. Apalagi jika sudah bekerja cukup lama. Tetapi, minta kenaikan gaji ke atasan juga ada triknya loh.

Sebelum minta kenaikan gaji, sebaiknya kamu persiapkan diri semaksimal mungkin agar atasan mempertimbangkan kenaikan gajimu. Windya Novita dalam buku 13 Jurus Jitu Sukses di Dunia Kerja menyatakan, langkah pertama, tentunya harus menunjukkan kinerja yang baik sebelum menuntut hak atas kenaikan gaji. 

Selanjutnya, perlu juga menjalin hubungan baik dengan rekan kerja dan atasan. Suasana kondusif di kantor bisa memberi penilaian baik atas kerjamu. Selain itu, sebaiknya kamu juga tidak melanggar peraturan perusahaan. Melanggar peraturan bisa dianggap membangkang pada perusahaan. Artinya, impian kenaikan gaji pun akan tertunda.

"Kamu juga harus menumbuhkan sisi positif dalam diri di lingkungan kerja. Dengan sikap ini akan tercermin bahwa kamu punya pribadi yang matang dan bertanggung jawab dalam bekerja," imbuh Novita dalam buku terbitan Daras Books ini.

Wanita berkerudung ini menambahkan, sebagai karyawan, kamu juga harus memanfaatkan jam kerja seefektif mungkin sehingga mampu memenuhi deadline perusahaan tepat waktu. Selain itu, ciptakan berbagai prestasi dalam pekerjaanmu. Dengan demikian, pihak perusahaan tentu akan mempertimbangkan keinginanmu minta kenaikan gaji.

Perlu diingat, karyawan yang pernah memiliki konflik pribadi dengan rekan sekerja atau atasan akan diberi catatan merah oleh atasan. Karena itu, hindari konflik di tempat kerja. Sebab, hal itu justru akan mengurangi nilai prestasi kerjamu.

Hal terakhir yang perlu kamu perhatikan ketika mempertimbangkan minta kenaikan gaji adalah, mengintrospeksi diri sendiri, apakah kamu layak mendapatkan kenaikan gaji atau tidak. "Jika selama ini kamu bekerja biasa-biasa saja, dalam artian tidak memberikan kontribusi yang cukup berarti untuk perusahaan, maka apakah kamu layak mendapatkan kenaikan gaji?" papar Windya dalam buku setebal 204 halaman tersebut.(rhs)

SUMBER : okezone.com

Rekor Bisnis Motivasi Pengusaha untuk Kreatif

JAKARTA - Penganugerahan Rekor Bisnis (ReBi) memberikan inspirasi serta motivasi bagi para pengusaha untuk berkreatif.

ReBi pun diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi serta penghormatan terhadap perusahaan yang memiliki prestasi agar terus berprestasi, yang belum berprestasi akan mulai untuk berprestasi.

"Hambatan terhadap pencapaian prestasi yang paling umum terjadi adalah karena rendahnya motivasi. Penghambat besar lainnya adalah tidak adanya penghargaan pada karyawan. Padahal itu adalah proses penting agar mereka terpacu untuk menumbuhkan benih-benih inovasi yang pada akhirnya berbuah prestasi," kata penggagas ReBi dan founder Tera Foundation, Handi Irawan D, di Jakarta, Rabu (10/3/2011) malam.

Handi juga menjelaskan, ada tujuh sumber inovasi agar lebih berprestasi yakni killing the sacred cows, across alternative industrie, across the chain of buyers, across complementary produck and service offering, stepping out of the time frame, across functional or emotional appeal to buyer, serta customer insight.

"Ketujuh inovasi tersebut merupakan bagian dari diri perusahaan-perusahaan yang mendapatkan anugerah ReBi, dengan motivasi tersebut mereka memiliki keunggulan di bidang masing-masing," pungkasnya. (ade)

SUMBER : okezone.com

Penghargaan sebagai Bentuk Apresiasi kepada Pegawai

 
USAHA untuk mendapatkan tenaga kerja yang profesional sesuai dengan tuntutan jabatan diperlukan suatu pembinaan yang berkesinambungan, yaitu suatu usaha kegiatan perencanaan, pengorganisasian, penggunaan,dan pemeliharaan tenaga kerja agar mampu melaksanakan tugas dengan efektif dan efisien.

Sebagai langkah nyata dalam hasil pembinaan maka diadakan pemberian penghargaan pegawai yang telah menunjukkan prestasi kerja yang baik. Adapun pengertian dari penghargaan dalam perusahaan kerap dalam bentuk pemberian berupa piagam dan sejumlah uang dari perusahaan pegawai yang mempunyai prestasi. Ada juga perusahaan yang memberikan penghargaan kepada pegawai karena masa kerja dan pengabdiannya dapat dijadikan teladan bagi pegawai lainnya. Pemberian penghargaan karena masa kerja pegawai bertujuan untuk memotivasi gairah dan loyalitas perusahaan.

Pemberian penghargaan tersebut merupakan upaya perusahaan dalam memberikan balas jasa atas hasil kerja pegawai,sehingga dapat mendorong pegawai bekerja lebih giat dan berpotensi. Pegawai memerlukan suatu penghargaan pada saat hasil kerjanya telah memenuhi atau bahkan melebihi standar yang telah ditentukan oleh perusahaan. Penghargaan ini dapat berupa pujian. Tidak hanya kalau pegawai melakukan kesalahan memperoleh makian dari pimpinan. Pegawai bekerja mempunyai tujuan,antara lain untuk memperoleh penghasilan agar kebutuhan dan keinginannya dapat direalisasikan.

Seorang pegawai akan mendapatkan kepuasan kerja jika memersepsikan bahwa imbalan yang diterimanya baik berupa gaji, insentif, tunjangan dan penghargaan lainnya yang tidak berbentuk materi atas pelaksanaan pekerjaan yang dilakukannya nilainya lebih tinggi daripada pengorbanannya berupa tenaga dan ongkos yang telah dikeluarkannya untuk melaksanakan pekerjaan itu. Founder PT Manajemen Kinerja Utama Yodhia Antariksa menjelaskan, penghargaan semacam hadiah atau apresiasi perusahaan terhadap karyawan.

Hal itu bisa disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya kinerja atau prestasi kerja atau melampaui target kinerja yang dibebankan. Ada juga karena hadiah atau apresiasi karena adanya semacam lomba yang khusus dilakukan oleh perusahaan. Misalnya lomba inovasi atau lomba seperti total quality management award.

”Hadiah karena pegawai telah memberikan dedikasi yang luar biasa bagi perusahaan. Misalnya menyelamatkan aset perusahaan dari gangguan pihak eksternal,” terangnya. Perusahaan juga kerap memberikan hadiah karena pegawai telah berhasil menuntaskan proyek khusus lebih cepat dari tenggat waktu, dan mutunya memuaskan. Serta hadiah karena masa kerja.

Misalkan saja setelah 20 tahun bekerja, kemudian mendapatkan hadiah pin emas dari perusahaan. Dari beberapa jenis penghargaan di atas, terang Yodhia, semua baik. Kecuali penghargaan yang terkait dengan masa kerja.Dia menambahkan penghargaan tidak selalu terkait dengan masa kerja. Penghargaan seperti itu dianggap kurang afdol karena cenderung tidak mampu memotivasi pegawai. Menurut dia, hadiah atau penghargaan layak diberikan karena dapat memotivasi pegawai untuk memberikan prestasi atau kinerja yang lebih bagus.Ini juga akan menimbulkan rasa bangga bagi pegawai. ”Sehingga memacu mereka untuk lebih produktif dalam bekerja,” ucapnya.

Kalau untuk penghargaan yang diberikan lomba seperti lomba inovasi atau Quality Management. Biasanya sudah ada kriteria baku, menyangkut aspek terobosan program yang dijalankan, kemudahan untuk aplikasinya dan impact financial bagi perusahaan. Konsultan HRD dari SIEN Consultants Reko Handoyo menambahkan, penghargaan adalah personal acknowledgement atau yang lebih dikenal dengan pengidentifikasian seseorang kepada orang lain. Di mana seseorang dikenali karena performa dan prestasi yang di miliki ketika bekerja.

Penghargaan bisa bermacammacam, ada dalam bentuk bonus, promosi, penambahan tanggung jawab yang bagi beberapa pegawai bisa menjadi beban namun bagi beberapa pegawai lainnya dapat menjadi poin penghargaan bagi dirinya. Tapi yang pasti perusahaan harus memberikan nilai lebih. ”Kadang kala tidak seluruhnya mengenai uang,” tuturnya.

Bentuk penghargaan yang paling baik adalah membuat pegawai mengetahui kalau dirinya dihargai oleh perusahaan,bukan hanya oleh sekelompok kecil orang. Beberapa perusahaan kadang kala menempatkan foto pegawai yang paling berprestasi di area pabrik untuk menegaskan bahwa pegawai tersebut dapat menjadi panutan bagi yang lain.

Dia menjelaskan, perusahaan harus memberikan penghargaan kepada pegawai. Pemikirannya sederhana, karena perusahaan harus menempatkan karyawan sebagai bagian dari modal,dan sangat disayangkan kalau modal yang paling berharga dilepas hanya karena personal tersebut tidak dihargai. (Hermansah/Koran SI/rhs)

SUMBER : okezone.com

Mengoptimalkan Produktivitas Karyawan

Kali ini saya akan melanjutkan pembahasan minggu lalu tentang bagaimana pengoptimalan produktivitas karyawan untuk mendukung peningkatan penjualan.

Anda sudah mendapatkan inspirasi dan mempraktikkan dari pembahasan minggu lalu? Memang sangat penting bagi seorang pebisnis untuk memberikan semangat dan motivasi kepada para karyawannya agar produktivitasnya meningkat. Namun pertanyaannya, bagaimana caranya agar karyawan bisa terpacu untuk meningkatkan produktivitasnya dengan penuh kesadaran diri dan tanggung jawab?

Bagaimana menciptakan suasana yang mendukung agar para karyawan atau tim kita tetap terpacu untuk peningkatan produktivitasnya dengan lebih menyenangkan? Salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan produktivitas karyawan di antaranya dengan melakukan “Game of Work”, yaitu bagaimana membuat suasana kerja menjadi lebih menyenangkan seperti “Bermain Game” sehingga “Produktivitas Kerja Meningkat”.

Apakah karyawan atau tim Anda terlihat rajin masuk kantor namun tidak menunjukkan kemajuan dalam produktivitasnya, tidak menunjukkan peningkatan penjualan? Bahkan malah terjadi kemerosotan penjualan dan produktivitas secara menyeluruh? Semakin lama karyawan atau tim kita terlihat semakin bosan dan tidak bersemangat dalam melakukan tugasnya? Salah satu faktor penyebabnya adalah suasana kerja yang tidak menyenangkan.

Karena itu dengan melakukan “Game of Work” maka suasana kerja akan lebih menyenangkan sehingga mampu membantu peningkatan produktivitas karyawan dan peningkatan penjualan pada umumnya. Ada beberapa prinsip dalam “Game of Work”  yang perlu kita ketahui di antaranya:
1. Adanya Goal/Tujuan yang jelas.
Tetapkan tujuan bekerja yang jelas bagi karyawan atau tim Anda, dan goal yang jelas akan target pencapaian/penjualan yang akan diraih.

 2. Score Keeping / Pencatatan Angka.
Dengan demikian, aktivitasnya bisa lebih terpantau dengan baik. Harus sederhana dan objektif, score harus bisa dicatat sendiri. Harus bisa mencatat prestasi pribadi, sejarah prestasi, dan standar prestasi yang diinginkan. Pencatatan harus dinamis.

3. Feedback/Umpan Balik laporan dari aktivitas.
Apa yang sudah baik, apa yang perlu ditambah,atau yang perlu diperbaiki. Meningkatkan frekuensi feedback = meningkatkan kualitas serta kuantitas pencapaian prestasi.Ketika feedback disampaikan dari bulanan jadi mingguan, prestasi akan meningkat. Ketika diukur dan diberikan feedback setiap jam, akan lebih meningkat.

4.Pilihan Sikap.
Antara lain terkait dengan memilih keputusan dan memilih tindakan.

5. Aturan Bermain.
 Kembangkan kepastian sehingga orang-orang yang terlibat di dalamnya mau dan bisa melakukan dengan sepenuh hati. Aturan main yang perlu ditekankan antara lain harus jelas: (i) Kapan Keluar: misalnya karena tidak jujur, berkeluh kesah/ negative, sakit-sakitan, tidak mencapai target dalam 3 bulan, (ii) Kapan Menang: di antaranya aturan penghargaan /reward, aturan sanksi/punishment, aturan operasional, dan aturan perkembangan.

6.Membiasakan Karakter Pemenang.
Misalnya:“Pemenang Bersiapsiap”,“ Pemenang Berkeinginan dan Memutuskan Jadi Pemenang”, “Pemenang Spesifik dan Positif “, “Pemenang Bertanggung Jawab”.

Dengan mempraktikkan halhal tersebut, maka akan semakin mendukung terciptanya suasana yang mendukung pengoptimalan produktivitas karyawan sehingga bisa membantu peningkatan penjualan. Jika anda sangat tertarik bagaimana untuk mempraktikkan “Game of Work” ini dalam bisnis dan pemasaran Anda secara lebih detil, silakan ikuti seminar Business Revolution yang saya adakan.

SUMBER : okezone.com

Mengenal Semangat Kerja Karyawan


AGAR dapat memberikan performa yang terbaik, karyawan tentu memiliki semangat tersendiri. Semangat inilah yang kemudian menjadi motivasi bagi karyawan untuk semakin memberikan kinerja yang optimal dan memberi kontribusi bagi perusahaan.

Berkaitan dengan semangat, aspek ini rupanya dibagi menjadi dua garis besar. Yakni, motivasi intrinsik dan ekstrinsik.

Pada motivasi intrinsik atau motivasi yang berasal dari dalam diri seseorang, lebih mengarah pada tingkat kepuasan atas kinerja (performance) yang ditunjukkannya. Dalam hal ini apabila karyawan diberikan feedback berkala atau evaluasi yang rutin atas kerjanya, maka karyawan akan mampu menilai seberapa besar kinerja mereka. Umpan balik yang bisa diberikan berupa pujian, laporan kedisiplinan, laporan tertulis, hingga peringatan.

Sedangkan untuk memotivasi secara ekstrinsik atau motivasi dari luar, adalah dengan memberikan karyawan kepastian akan kinerja yang dilakukan. Biasanya dilakukan dengan memberikan bonus. Untuk diketahui, ada tiga tipe bonus. Yakni small bonus di mana seseorang mampu menunjukkan performance sedikit di atas standar perusahaan.

Ada pula yang disebut medium bonus. Bonus ini ditujukan bagi seseorang yang mampu menunjukkan kinerja di atas standar dan bersifat kontinyu. Dan yang terakhir adalah special bonus,yaitu ketika seseorang karyawan berhasil menunjukkan prestasi kinerja yang melebihi dari prestasi karyawan lainnya.

Ada pula kepastian akan upah yang diberikan. Dan diberikan pula kesempatan untuk promosi ke jabatan yang lebih tinggi. Karenanya, dengan mengefektifkan kedua motivasi ini,maka seorang karyawan mampu memberikan performance yang maksimal.

Semangat bekerja karyawan rupanya juga dapat dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan atasan. Seperti dikatakan oleh Christian Siboro yang merupakan salah seorang pendiri dan konsultan I-SYS Consulting seperti dilansir dari situs portalhr.com.

Menurutnya, kondisi iklim kerja akan memengaruhi kondisi motivasi dan semangat kerja karyawan di dalam sebuah perusahaan.
"Jika gaya kepemimpinan sesuai dengan situasi yang dihadapi dalam organisasi atau unit kerja, maka akan membuat iklim kerja menjadi kondusif," katanya.

Dan pada akhirnya, tukas Christian, akan memberi motivasi yang tinggi bagi karyawan untuk memberikan yang terbaik dalam mencapai target kerja. Bukan tidak mungkin jika karyawan pun akan memberikan extra ordinary atau discretionary efforts.

Lebih jauh Christian mengatakan, faktor yang signifikan berpengaruh terhadap tingkat keterlibatan karyawan dalam menghasilkan kinerja tinggi engaged performance di antaranya aspek kepemimpinan, yang di dalamnya juga terkait dengan aspek komunikasi dan arahan dari pimpinan ke seluruh anggota organisasi atau unit kerja.

Survei lain yang dilakukan oleh salah satu consulting firm global juga menyatakan bahwa naik turunnya iklim kerja sebesar 70 persen dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan. Sementara naik turunnya kinerja sebesar 30 persen dipengaruhi oleh iklim kerja.

Jadi, jika mau memperbaiki kinerja 30 persen lebih tinggi, cukup dengan memperbaiki iklim kerja, dan gaya kepemimpinan. Dengan catatan faktor-faktor lain dianggap tetap atau stabil. Hal tersebut, menunjukkan bagaimana kritikalnya peran pemimpin di setiap lapisan organisasi dalam menentukan motivasi karyawan, melalui iklim kerja yang diciptakannya.

Sumber : okezone.com

Karyawan Juga Perlu Dididik Safety Riding

JAKARTA- Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan komitmen untuk berkendara secara aman bagi seluruh karyawan PT. Summit Auto Group melaksanakan kampanye nasional safety riding.

Dengan thema "100% Safe! Aman di jalan : Untukku, Karirku, Keluargaku" kegiatan yang dilakukan akhir pekan kemarin ini melibatkan lebih dari 12.000 karyawan Oto Grup.

agar menjangkau seluruh kebutuhan karyawan, kegiatan ini dilakukan serentak di Jakarta, Medan, Surabaya, Yogyakarta, dan Bandung.

Di Jakarta, fokus kegiatan dilaksanakan di Lapangan Tennis Indoor Senayan Jakarta dengan peserta berjumlah sekitar 3400 karyawan yang datang dari berbagai kantor cabang di Jabodetabek.

"Karyawan Oto Group yang bertugas di kota-kota terdekat dengan Medan, Surabaya, Yogyakarta dan Bandung akan bergabung dengan dipimpin langsung oleh kepala cabangnya masing-masing," terang HR Director Oto Group Nugroho Triko Pramono, dalam rilisnya yang diterima okezone.

Sebelum sampai pada keputusan melaksanakan kampanye safety riding secara nasional bagi karyawannya, OTO Group telah menjalankan serangkaian kegiatan safety riding training kepada karyawan baru  yang diberikan dalam sesi New Employee Orientation.

"Safety Riding Campaign ini merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan kepedulian & ketrampilan tentang keselamatan karyawan yang pada akhirnya juga meningkatkan produktifitas kerja," jelasnya. (uky)

SUMBER : okezone.com

Inilah Perusahaan Penerima Rekor Bisnis

JAKARTAPelaku usaha dan bisnis di Indonesia mendapatkan Apresiasi dan Pengakuan Prestasi Rekor Bisnis (ReBi). Mereka dinilai berhasil meraih prestasi di bidangnya masing-masing.

Rebi merupakan apresiasi dan pengakuan tertinggi yang diberikan kepada suatu perusahaan atau organisasi baik swasta maupun pemerintah dan kepada suatu produk, jasa, dan merek atas prestasi yang diraihnya.

Penghargaan itu diberikan oleh Harian Seputar Indonesia bersama Tera Fondation. Tahun ini merupakan pemberian penghargaan keempat kalinya.

Penghargaan ini diberikan kepada perusahan yang memiliki kriteria-kriteria di antanya terbanyak, terbesar, terpendek, tercepat, terlama atau segala sesuatu yang bersifat superior, atau keunggulan yang inovatif lainnya, seperti pertama atau pelopor. Selain itu, perusahaan yang mempelopori terciptanya suatu jenis produk maupun layanan.

Menurut penggagas ReBi dan sebagai fonder dari Tera Foundation, Handi Irawan D,  hambatan terhadap pencapaian prestasi yang paling umum terjadi adalah karena rendahnya motivasi.

"Penghambat besar lainnya adalah tidak adanya penghargaan pada karyawan. Padahal itu adalah proses penting agar mereka terpacu untuk menumbuhkan benih-benih inovasi yang pada akhirnya berbuah prestasi," ujar Handi, saat memberikan sambutan Malam Pengakuan Rekor Bisnis (ReBi) ke-4, di Ballroom I, Hotel Mulia Senayan, Jalan Asia Afrika Senayan, Rabu (9/3/2011).

Adapun perusahaan yang menerima pengakuan prestasi Rekor Bisnis, antara lain

1. PT Tatalogam Lestari sebagai perusahaan genteng metal terbesar di Indonesia.

2. PT Gajah Tunggal mendapatkan dua kategori yang pertama sebagai produsen ban sepeda motor dengan merek IRC yang telah menjadi OEM (Original Equipment Manufacturing) untuk APTM sepeda motor terbanyak di Indonesia, yang kedua sebagai produsen nasional pertama yang memproduksi ban ramah lingkungan (Eco Friendly Tire) dengan merek GT Radial Champiro ECO, Kospin Jasa sebagai Koperasi multikultural dan berbasis komunitas terbesar di Indonesia.

3. PT Anugerah Putra Siantan juga mendapatkan dua kategori, pertama sebagai perusahaan matras paling inovatif dan yang kedua sebagai perusahaan furniture dengan launching produk terbanyak pada saat yang bersamaan.

4. PT Adira Sarana Armada (ASSA Rent) sebagai perusahaan rental mobil dengan pertumbuhan tertinggi, PT BlueScope Steel Indonesia sebagai produsen pertama dan terbesar yang memplopori baja lapis zinc alumunium (metalik berwarna) di Indonesia.

5. PT Mataram Paint juga mendapatkan dua kategori yang pertama sebagai pelopor Industri cat nasional yang menggunakan bahan baku synthetic alkyd resin untuk produksi cat kayu dan besi yang kedua sebagai satu-satunya produk cat kayu dan besi dengan merek EMCO yang desain kemasannya eksis sejak tahun 1950.

6. PT Perseroan Dagang dan Industri Farmasi Aflat juga mendapatkan dua kategori yang pertama sebagai Afitson, balesm terlama yang diproduksi perusahaan nasional dan yang kedua sebagai merek produk pastiles terlama yang diproduksi perusahaan nasionam (pagoda pastiles).

7. PT Selamat sempurna TBK sebagai perusahaan dengan registrasi merek dagang internasional filter terbanyak dan dengan range produk filter terlengkap.

8. PT Nippon Indosari Corporindo Tbk ( sari roti) sebagai perusahaan dengan kapasitas produk roti terbesar, PT Adira Quantum Multifinance sebagai perusahaan pembiayaan barang elektronik dan rumah tangga dengan outlet terbanyak dan jaringan terluas

9. PT Megariamas Sentosa sebagai perusahaan dengan koleksi lingeria terlengkap untuk segala usia, Primagama English sebagai pelopor khursus bahasa inggris dengan dual curriculum (national curriculum and International comunication) dengan pertumbuhan cabang tercepat, yang terakhir.

10. PT Subafood Pangan Jaya sebagai pelopor bihun jagung dan pabrik dengan mesin termodern yang mempunyai kapasitas terbesar di Indonesia. (rhs)

SUMBER : okezone.com

HRD Memiliki Peran Penting

PERAN Human Resources Development (HRD) sangat besar dalam kemajuan perusahaan. Tidak terkecuali dalam memberikan kontribusi untuk meningkatkan semangat dan kinerja karyawan. Sejatinya, HRD merupakan strategic partner dewan direksi dalam mencapai tujuan perusahaan.

Karenanya, HRD mempunyai fungsi untuk membuat strategi dan program bagi suatu perusahaan, yang bertujuan mengembangkan sumber daya manusia (SDM).

Menurut konsultan senior EXPERD Linawaty Mustopoh, HRD dituntut untuk memahami secara mendalam tujuan yang akan dicapai perusahaan. "Sehingga divisi HRD dapat membuat sistem yang berguna untuk mendongkrak kinerja karyawan," ujar Lina.

Hal ini perlu dilakukan karena masing-masing karyawan dalam suatu perusahaan dapat dipengaruhi oleh faktor yang berbeda dalam bekerja. Inilah yang membuat mereka memiliki motivasi yang berbeda pula dalam bekerja.

Banyak perusahaan mengira bahwa dengan memberikan kompensasi dan tunjangan-tunjangan, otomatis akan meningkatkan kinerja karyawan, namun hal itu tidak sepenuhnya benar.

"Ada karyawan yang lebih mementingkan pengakuan atas hasil kerjanya, ada pula yang lebih mementingkan kesempatan untuk bisa mengembangkan keahlian dan pengetahuannya," ungkap David Knowles, Managing Partner PT Opus Management Indonesia.

Secara umum, ada beberapa faktor yang memengaruhi kinerja karyawan, antara lain lingkungan kerja, kompensasi dan benefit, serta kompetensi individu itu sendiri.

Identifikasi yang tepat terhadap kebutuhan perusahaan untuk meningkatkan kinerja karyawannya akan memudahkan perusahaan dan khususnya departemen HRD untuk menentukan metode atau langkah yang perlu dilakukan.

Nah, salah satu cara yang paling adil dalam memberikan imbalan atau penghargaan ini, yakni lewat evaluasi kinerja karyawan. Evaluasi kinerja ini bertujuan untuk menjamin pencapaian sasaran dan tujuan perusahaan. Di samping itu, evaluasi ini berguna pula untuk mengetahui posisi perusahaan dan tingkat pencapaian sasaran perusahaan.

Terutama untuk mengetahui bila terjadi keterlambatan atau penyimpangan agar segera diperbaiki sehingga sasaran atau tujuan tercapai. Hasil evaluasi kinerja individu dapat dimanfaatkan untuk banyak penggunaan selain pemberian kompensasi.

Yakni juga berguna untuk pengembangan SDM, program peningkatan produktivitas, program kepegawaian, dan menghindari perlakuan diskriminasi. Hasil-hasil penilaian prestasi kerja ini digunakan sebagai dasar bagi evaluasi reguler terhadap prestasi para karyawan, yang meliputi telaah gaji.

Dalam hal ini mencakup kenaikan bonus dan kenaikan gaji lainnya yang merupakan salah satu tujuan utama penilaian prestasi kerja. Penilaian prestasi kerja juga digunakan untuk kesempatan promosi dan tujuan pengembangan. Tentunya hal ini dilakukan oleh divisi HRD.

Faktor motivasi memang memiliki hubungan langsung dengan kinerja individual karyawan. Karena kedudukan dan hubungannya itu, maka sangatlah strategis jika pengembangan kinerja individual karyawan dimulai dari peningkatan motivasi kerja.

Biasanya karyawan yang puas dengan apa yang diperolehnya dari perusahaan akan memberikan lebih dari apa yang diharapkan dan dia akan terus berusaha memperbaiki kinerjanya.

Sebaliknya, karyawan yang kepuasan kerjanya rendah, cenderung melihat pekerjaan sebagai hal yang menjemukan dan membosankan sehingga dia bekerja dengan terpaksa dan tanpa semangat. Untuk itu, merupakan keharusan bagi perusahaan untuk mengenali faktor-faktor apa saja yang membuat karyawan puas bekerja di perusahaan.

Pemahaman tentang jenis atau tingkat kebutuhan perorangan karyawan oleh perusahaan menjadi hal mendasar untuk meningkatkan motivasi.  Dengan tercapainya kepuasan kerja karyawan, produktivitas pun akan meningkat. Motivasi yang ada pada setiap orang berbeda-beda antara yang satu dan yang lain.

Yang perlu diingat adalah mekanisme pemberian penghargaan yang hendaknya diatur dalam suatu program atau regulasi perusahaan agar betul-betul tepat sasaran. Jadi, diperlukan analisis kebutuhan untuk dapat mengetahui apa yang sebetulnya dibutuhkan para karyawan. Program-program reward tersebut misalnya dengan mengadakan employee of the year, bonus, pengakuan kerja, atau penghargaan yang berupa ucapan terima kasih atau memberikan senyum.

Hal ini bisa menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan motivasi kerja karyawan. Berikan pula karyawan kesempatan untuk mengembangkan diri melalui training atau workshop. Untuk dapat mempertahankan spirit ini, maka program-program pemberian reward ini hendaknya menjadi program yang berkesinambungan. Karena yang menjadi hambatan terbesar dalam peningkatan motivasi adalah untuk tetap menjaga semangat yang sudah ada untuk tetap ada bahkan meningkat.

Lead Consultant PT Opus Management Indonesia Gita Pratiwi mengatakan, perlu diperhatikan bahwa masalah peningkatan kinerja karyawan tidak semata-mata tanggung jawab HRD dan perusahaan. Namun juga tanggung jawab dari masing-masing atasan atau manajer di tiap departemen. Sebab, sesungguhnya setiap manajer memiliki tanggung jawab untuk mengelola kinerja anak buahnya.

SUMBER : okezone.com