Senin, 21 April 2014

TRANSLASI DAN KONVERSI ANTAR MATA UANG ASIING


Perbedaan Translasi Dan Konversi Antar Mata Uang Asing
Translasi mata uang asing adalah proses informasi keuangan dari satu matauang ke mata uang lainnya. Berbeda dengan konversi antar mata uang asing yangmemiliki pengertian pertukaran dari satu mata uang ke mata uang lain secara fisik,translasi hanyalah perubahan satuan unit moneter, misalnya pada sebuah necara yangdinyatakan dalam pound Inggris disajikan ulang ke dalam nilai ekuivalen dolar AS.Tidak ada pertukaran fisik yang terjadi, dan tidak ada transaksi terkait yang terjadi.Sedangkan konversi, memungkinkan adanya pertukaran fisik yang terjadi dan adatransaksi terkait. 

Istilah-istilah Dalam Translasi Mata Uang Asing
1.      Konversi,  merupakan pertukaran suatu mata uang ke dalam mata uang lain.
2.      Kurs kini,  merupakan nilai tukar yang berlaku pada tanggal laporang keuangan yang relevan.
3.      Posisi aktiva bersih yang beresiko , merupakan kelebihan aktiva yang diukur dalamatau berdenominasi dalam mata uang asing dan di translasikan dengan menggunakankurs kini dari kewajiban yang diukur atau berdenominasi dalam mata uang asing danditranslasikan dengan menggunakan kurs kini.
4.      Kontrak pertukaran  forward  , merupakan suatu perjanjian untuk mempertukarkanmata uang dari Negara yang berbeda dengan menggunakan kurs tertentu (kursforward) pada tanggal tertentu di masa depan.5.
5.      Mata uang fungsional,  merupakan mata uang utama yang digunakan oleh suatu perusahaan dalam menjalankan kegiatan usaha. Biasanya mata uang tersebut adalahmata uang Negara dimana perusahaan itu berlokasi.
6.      Kurs historis,  merupakan kurs nilai mata uang asing yang digunakan pada saat suatuaktiva atau kewajiban dalam mata uang asing dibeli atau terjadi.
7.      Mata uang pelaporan,  merupakan mata uang yang digunakan perusahaan dalammenyusun laporan keuangan.
8.      Kurs spot, merupakan nilai tukar untuk pertukaran mata uang dalam waktu segera.
9.      Penyesuaian translasi, merupakan penyesuaian yang timbul dari proses translasilaporan keuangan dari mata uang fungsional suatu perusahaan menjadi mata uang pelaporannya.
Daftar istilah translasi mata uang asing yang diadaptasi dari PSAK (SFAS) no.52, 1981.
1.      Atribut, karakteristik kuantitatif suatu pos yang diukur untuk keperluan akuntansi.Contoh, biaya histories dan biaya penggantian yang merupakan atribut suatu aktiva.2.
2.      Konversi, pertukatan suatu mata uang ke dalam mata uang lain.3.
3.      Kurs kini, nilai tukar yang berlaku pada tanggal laporan keuangan yang relevan.4.
4.      Diskonto, ketika tingkat pertukaran yang berikutnya lebih rendah daripada tingkatyang berlaku sekarang.
5.      Posisi aktiva bersih yang beresiko, kelebihan aktiva yang diukur dalam atau berdenominasi dalam mata uang asing dan ditranslasikan dengan menggunakan kurskini dari kewajiban yang diukur atau berdenominasi dalam mata uang asing danditranslasikan dengan menggunakan kurs kini. 
6.      Mata uang asing, suatu mata uang selain mata uang yang digunakan oleh suatu Negara, mata uang selain mata uang pelaporan yang digunakan oleh perusahaan.
7.      Laporan keuangan dalam mata uang asing, laporan keuangan yang menggunakanmata uang asing sebagai unit pengukuran.
8.      Transaksi mata uang asing, transaksi (yaitu penjualan atau pembelian barang atau jasa, atau utang pinjaman atau piutang usaha) dengan syarat-syarat yang dinyatakandalam mata uang selain mata uang fungsional perusahaan.
9.      Translasi mata uang asing , proses untuk menyatakan jumlah-jumlah yang berdenominasi atau diukur dalam suatu mata uang ke dalam mata uang yang laindengan menggunakan kurs nilai tukar diantara dua mata uang tersebut.
10. Operasi luar negeri, suatu operasi yang menghasilkan laporan keuangan yang (1)dikombinasikan atau dikonsolidasikan atau diperhitungkan berdasarkan metodeekuitas dalam laporan keuangan perusahaan pelapor dan (2) disusun dalam matauang asing selain mata uang pelaporan perusahaan pelapor.
11. Kontak pertukaran  forward , suatu perjanjian untuk mempertukarkan mata uangdari Negara yang berbeda dengan menggunakan kurs tertentu (kurs forward) padatanggal tertentu di masa depan. 
12. Mata uang fungsional, mata uang utama yanga digunakan oleh suatau perusahaandalam menjalankan kegiatan usaha, dan dalam menghasilkan atau menggunakankasnya. 
13. Kurs histories, kurs nilai tukar mata uang asing yang digunakan pada saat suatuaktiva atau kewajiban dalam mata uang asing dibeli atau terjadi.
14. Mata uang local, mata uang suatu Negara tertentu yang digunakan; mata uang pelaporan yang digunakan oleh suatu operasi domestic atau luar negeri.
15. Pos-pos moneter, kewajiban untuk membayar atau hak untuk menerima sejumlahunit mata uang dalam nilai yang tetap di masa depan.
16. Mata uang pelaporan, mata uang yang digunakan perusahaan dalam menyusunlaporan keuangan. 
17. Tanggal penyelesaian, tanggal saat suatu utang dibayarkan oleh suatu piutangtertagih. 
18. Kurs spot, nilai tukar untuk pertukaran mata uang dalam waktu segera. 
19. Tanggal transaksi, tanggal saat suatu transaksi dicatat dalam catatan akuntansi perusahaan pelapor.
20. Penyesuaian translasi, penyesuaian yang timbul dari proses translasi laporankeuangan dari mata uang fungsional suatu perusahaan menjadi mata uang pelaporannya. 
21. Unit pengukuran, mata uang yang digunakan untuk mengukur aktiva, kewajiban, pendapatan dan beban.

Keuntungan Dan Kerugian Translasi Mata Uang Asing
 1. Penangguhan
Perubahan nilai ekuivalen mata uang domestik dari aktiva bersih anak perusahaan luar negeri tidak direalisasikan dan tidak berpengaruh terhadap aruskas mata uang lokal yang dihasilkan dari entitas asing. Penyesuaian translasiharus diakumulasikan secara terpisah sebagai bagian dari ekuitas konsolidasi.
2. Pengangguhan dan Amortisasi
Penangguhan keuntungan atau kerugian translasi dan melakukanamortisasi penyesuaian ini selama masa manfaat pos-pos neraca terkait,terutama yang terkait dengan utang akan ditangguhkan dan diamortisasi selamaumur aktiva tetap terkait, yaitu dibebankan terhadap laba dengan cara yangsama dengan beban depresiasi atau ditangguhkan dan diamortisasi selama sisamasa pinjaman sebagai penyesuaian terhadap beban bunga.
3.Penangguhan parsial
Keuntungan dan kerugian translasi adalah dengan mengakui kerugiansesegera mungkin setelah terjadi, tetapi mengakui keuntungan hanya setelahdirealisasikan, hal ini semata-mata hanya karena merupakan keuntungan, tetapmengabaikan terjadinya perubahan kurs.
4.Tidak ditangguhkan
Mengakui keuntungan dan kerugian translasi dalam laporan laba rugisesegera mungkin. Namun, memasukkan keuntungan dan kerugian translasidalam laba tahun berjalan akan memperkenalkan elemen acak ke dalam labasehingga dapat menghasilkan fluktuasi laba yang sangat signifikan apabilaterjadi perubahan kurs nilai tukar. Keuntungan dan kerugian translasi inimencerminkan kenaikan atau penurunan ekuitas investasi dalam mata uangdomestik dan harus diakui.

Translasi Mata Uang Asing dan Inflasi  
Penggunaan kurs kini untuk mentranslasikan biaya perolehan aktivanon-moneter yang berlokasi di lingkungan berinflasi pada akhirnya akan menimbulkan nilai ekuivalen dalam mata uang domestik yang jauh lebih rendah dari pada dasar pengukuran awalnya. Pada saat yang bersamaan, laba yang ditranslasikan akan jauh lebih besar sehubungan dengan beban depresisasi yang juga lebih rendah . Hasil translasi seperti itu dengan mudahdapat lebih menyesatkan pembaca ketika memberikan informasi kepada pembaca. Penilaian dolar yang lebih rendah biasanya merendahkan kekuatan laba akutal dari aktiva luar negeri yang didukung oleh inflasi lokal dan rasio pengembalian atas investasi yang terpengaruh inflasi di suatu operasi luarnegeri dapat menciptakan harapan yang palsu atas keuntungan masa depan.
FASB menolak penyesuaian inflasi sebelum proses translasi, karena penyesuaian tersebut tidak konsisten dengan kerangka dasar penilaian biaya historis yang digunakan dalam laporan keuangan dasar di AS. Sebagai solusiFAS No 52 mewajibkan penggunaan dolar AS sebagai mata uang fungsionaluntuk operasi luar negeri yang berdomisili dilingkungan dengan hiperinflasi.Prosedur ini akan mempertahankan nilai konstan ekuivalen dolar aktiva dalammata uang asing, karena aktiva tersebut akan ditranslasikan menurut kurshistoris. Pembebanan kerugian translasi atas aktiva tetap dalam mata uang asing terhadap ekuitas pemegang saham akan menimbulkan pengaruh yangsignifikan terhadap rasio keuangan. Masalah translasi mata uang asing tidakdapat dipisahkan dari masalah akuntansi untuk inflasi asing.

Biaya Historis
Definisi Historical Cost (Biaya Historis)
Menurut Suwardjono (2008;475) kos historis merupakan rupiah kesepakatan atau harga pertukaran yang telah tercatat dalam sistem pembukuan. Prinsip historical cost menghendaki digunakannya harga perolehan dalam mencatat aktiva, utang, modal dan biaya. Yang dimaksud dengan harga perolehan adalah harga pertukaran yang disetujui oleh kedua belah pihak yang tersangkut dalam tranksaksi. Harga perolehan ini harus terjadi pada seluruh traksaksi diantara kedua belah pihak yang bebas. Harga pertukaran ini dapat terjadi pada seluruh tranksaksi dengan pihak ektern, baik yang menyangkut aktiva, utang, modal dan transaksi lainnya.
Kelemahan historical cost
Kelemahan penggunaan nilai historis menurut Muljono yang dikutip dari Kodrat (http://www. petra.ac.id/~puslit/journals) antara lain:
1. Adanya pembebanan biaya yang terlalu kecil karena pendapatan untuk suatu hal tertentu pada saat tertentu akan dibebani biaya yang didasarkan pada suatu nilai uang yang telah ditetapkan beberapa periode yang lalu pada saat pencatatan terjadinya biaya tersebut,
2. Nilai aktiva yang dicatat dalam neraca akan mempunyai nilai yang lebih rendah apabila dibandingkan dengan perkembangan harga daya beli uang terakhir. Di samping itu juga terjadi perubahan-perubahan kurs yang cepat atas aktiva dan pasiva dalam valuta asing yang dikuasai persahaan sehingga mengalami kesulitan dalam perhitungan selisih kurs yang tepat,
3. Alokasi biaya untuk depresiasi, amortisasi akan dibebankan terlalu kecil dan mengakibatkan laba dihitung terlalu besar,
4. Laba/rugi yang terjadi yang dihasilkan oleh perhitungan laba/rugi yang didasarkan pada
asumsi adanya stable monetary unit tersebut tidaklah riil apabila diukur dengan perkembangan daya beli uang yang sedang berlangsung,
5. Perusahaan tidak akan memperahankan real-capital-nya dan ada kecenderungan terjadinya kanibalisme terhadap modal sehubungan dengan pembayaran pajak perseroan dan pembangian laba yang lebih besar daripada semestinya,
6. Menyalahi mathematical principle karena berbagai himpunan yang tidak
sama dijumlahkan menjadi satu dan
7. Di samping hal-hal di atas akan timbul kesulitan-kesulitan bagi manajemen perusahaan apabila harus mendasarkan pada laporan akuntansi yang disusun atas dasar asumsi adanya stable monetary unit.
Kelebihan Historical cost
Kegunaan historical cost pada akuntansi conventional sudah banyak ditentang. Mereka yang mempertahankan historical cost mempunyai argumentasi mengenai posisinya: (http://one.indoskripsi.com/node/6031)
1. Historical cost relevan dalam membuat keputusan ekonomi
2.Historical cost berdasarkan pada transaksi yang sesungguhnya, tidak pada kemungkinan.
3. Selama sejarah, laporan keuangan yang menggunakan historical cost sangat berguna.
4. Pengertian terbaik mengenai konsep keuntungan adalah kelebihan dari harga jual dari historical cost.
5. Akuntan harus menjaga integritas datanya dari modifikasi internal
6. Seberapa bergunanya laporan keuangan tergantung dari current cost atau exit price.
7. Perubahan dalam harga pasar dapat diungkapkan sebagai data tambahan.
8. Terjadi ketidakcukupan data dalam membenarkan penolakan historical cost accounting

Inflasi Dan Laporan Keuangan
Definis singkat dari inflasi adalah kecendrungan dari harga-harga untuk naik secara umum dan terus menerus . Accounting Principles Board (APB) mendefinisikan inflasi sebagai suatu penurunan dalam daya beli uang secara umum sebagai akibat kenaikan tingkat harga umum dari barang dan jasa . Inflasi merupakan kenyataan ekonomi yang tidak dapat dihindari termasuk dunia akuntansi didalamnya . Laporan keuangan merupakan alat komunikasi antara manajemen sebagai pengelola perusahaan dan penyaji laporan keuangan dengan pihak lain sebagai pemakai laporan keuangan .  Laporan keuangan akan bermanfaat bagi pemakai bila laporan tersebut mampu menyajikan informasi yang relevan dan tidak menyesatkan .
Adanya penurunan daya beli uang akan meyebabkan nilai buku aktiva yang terdapat pada neraca, khususnya pos-pos nonmoneter tidak mencerminkan nilai pasar sebenarnya . Nilai buku tersebut lebih rendah dibandingkan dengan nilai pasarnya . Apabila sebagian dari nillai buku aktiva tersebut dibebankan sebagai biaya pada periode berjalan , akan berakibat biaya terlalu kecil . Keadaan ini menunjukkan prinsip penandingan yang selama ini mendasari akuntansi dalam penentuan rugi-laba juga tidak terpenuhi . Dengan demikian, kewajaran dan ketepatan neraca maupun laporan rugi-laba menjadi berkurang .
Penurunan ketepatan dan kewajaran laporan keuangan, menyebabkan manfaat yang diperoleh menjadi berkurang . Laporan keuangan konvensional tidak dapat saling diperbandingkan, baik antara periode maupunn antar perusahaan . Hal inidisebabkan aktiva yang dicatat dalam laporan keuangan diperoleh dalam waktu berbeda, sehingga memiliki daya beli yang berbeda . Laporan keuangan konvensional juga tidak dapat merefleksikan pengaruh perubahan daya beli atas sumber-sumber ekonomi yang dimiliki perusahaan . Disamping itu, laporan laba rugi dari operasi perusahaan dengan laba rugi karena perubahan harga .  

Model-Model Akuntansi

Kualitas informasi akuntansi rendah karena atribut-atribut elemen aktiva, hutang, ekuitas dan R/L dan pengukuran yang digunakan mengukur atribut-atribut tersebut tidak relevan dan reliabel. Atribut-atribut dan pengukuran yang digunakan disebut dengan model akuntansi. Beberapa model akuntansi adalah Historical Cost, Net Realizable Value, Current Replacement Cost dan Present Value.  
Pengukuran rugi-laba tergantung pada konsep pemeliharaan modal yang digunakan (Belkaoui, hal. 333). Macam-macam konsep pemeliharaan modal menerapkan cara-cara berbeda dalam mengukur elemen-elemen laporan keuangan. Kemudian keduanya, penentuan rugi-laba dan konsep pemeliharaan modal didefinisikan dalam syarat-syarat dasar penilaian aktiva yang digunakan. Dasar penilaian aktiva adalah metode pengukuran elemen-elemen laporan keuangan berdasarkan pada pemilihan keduanya yakni: atribut elemen-elemen yang diukur dan unit pengukuran yang digunakan dalam mengukur atribut tersebut yang disebut model akuntansi.
Belkaoui menyatakan ada empat atribut dari semua kelompok aktiva dan kewajiban yang diukur (Belkaoui, hal. 334), yakni: (1) historical cost (HC), (2) current entry price (contoh: replacement cost (RC)), (3) current exit price (contoh: net realizable value (NRV)) dan (4) capitalized atau present value of expected cash flows (PV). Sedangkan untuk unit pengukuran yang digunakan ada 2, yakni: (1) unit uang (units of money) dan unit daya beli (units of general purchasing power). Dengan mengkombinasikan atribut elemen-elemen yang diukur dan untuk pengukuran terdapat 8 macam kombinasi model akuntansi. Laporan-laporan keuangan akan disajikan menggunakan model akuntansi tersebut.
Kriteria-kriteria Untuk Mengevaluasi Model Akuntansi .Dalam tulisan ini akan mengevaluasi model akuntansi mana yang berkualitas. Evaluasi model akuntansi menggunakan kriteria-kriteria yang ditetapkan oleh FASB melalui SFAC No. 2, Belkaoui (Belkaoui, hal: 336-348) , David Solomons (Accounting Horizons, March 1995, hal: 42-51) dan Elliot & Jacobson (Journal of Accountancy, November 1991, hal: 54-58).


Sumber ;
·        portalgaruda.org/download_article.php?article=7604&val=547

0 komentar:

Poskan Komentar