Rabu, 09 Januari 2013

CINTA KASIH

Janganlah lagi ada kekerasan
  Hentikan semua perkelahian
  Hilangkan rasa permusuhan
Mari kawan eratkan rasa persaudaraan

Kita semua ber saudara
  Tidak memandangn miskin maupun kaya
  Tidak pula memandang suku, ras dan agama
Kita sama, satu kawan, satu keluarga

Betapa indahnya cinta kasih
  Selalu bermusyawarah bila berselisih
  Selalu bergandeng tangan menggapai cita
Hapuskan dendam singkirikan duka

Tanpa mu

D iam dalam sendiri ku
  duduk dalam sendiriku
  renung dalam sendiriku
Duduk diam terenung ku tanpa mu

B osan dalam sendiriku
   benci dalam sendiriku
   amarah dalam sendiriku
Benci berbosan penuh amarah ku tanpa mu

T angis dalam sendiriku
   tawa dalam sendiriku
   cita dalam sendiriku
Tawa menangis bercita ku tanpamu

BOSAN

L elah ku menanti
   lelai badanku ini
Dalam larut gelap sunyi

P egal kakiku melangkah
   penat mataku menunggu
Dalam kesendirian malam sepi

B eku kulit ku terdiam
  basah tubuhku ini
Dalam dingin hujan malam ini

H abislah cairanku
   hanguslah kesabaranku
“ Akankah engkau datang?” 

AUDIT PLAN

Perencanaan audit meliputi pengembangan strategi menyeluruh pelaksanaan dan lingkup audit yang diharapkan .

Dalam perencanaan audit, auditor harus mempertimbangkan antaralain :
  1. Masalah yang berkaitan dengan bisnis satuan usaha tersebut dan indutri dimana satuan usaha tersebut beroperasi didalamnya .
  2. kebijakan dan prosedur akuntansi satuan usaha tersebut .
  3. Metode yang digunakan oleh satuan usaha tersebut dalam mengolah informasi akuntasi yang signifikan, termasuk penggunaan organisasi jasa dari luar untuk mengolah informasi akuntansi pokok perusahaan .
  4. Penetapan tingkat risiko pengendalian yang direncanakan .
  5. Pertimbangan awal tentang tingkat materialitas untuk tujuan audit .
  6. Pos laporan keuangan yang mungkin memerlukan penyesuaian ( adjustment)
  7. Kondisi yang mungkin memerlukan perluasan atau pengubahan pengujian audit, seperti risiko kekeliruan dan ketidakberesan yang material atau adanya transaksi antar pihak-pihak yang mempunnyai hubungan istimewa .
  8. Sifat laporan audit yang diharapkan akan diserahkan kepada pemberi tugas .

Prosedur yang dapat dipertimbangkan oleh auditor dalam perencanaan dan supervise biasanya mencakup review terhadap catatan auditor yang berkaitkan dengan satuan usaha dan diskusi dengan staf lain dalam kantor akuntan dan pegawai satuan usaha tersebut . Contoh prosedur tersebut meliputi ;
  1. Meriview arsip korespondensi, kertas kerja, arsip permanent, laporan keuangan, dan laporan audit tahun lalu .
  2. Membahas masalah-masalah yang berdampak terhadap audit dengan staf kantor akuntan yang bertanggungjawab atas jasa non audit bagi satuan usaha .
  3. Menagjukan pertanyaan tentang berkembangan bisnis saat ini yang berdampak pada satuan usaha .
  4. Membaca laporan keuangan interim tahun berjalan .
  5. Membicarakan tipe, luas, dan waktu dengan tim manajemen, dewan komisaris atau komite audit .
  6. Mempertimbangkannya dampak diterapkannya pernyataan standar akuntasi dan standar audit yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia , terutama yang baru .
  7. Mengkoordinasi bantuan dari pegawai satuan usaha dalam penyiapan data .
  8. Menentukan luasnya keterlibatan jika ada, konsultan, spesialis dan auditor intern .
  9. Membuat jadwal pekerjaan audit .
  10. Menentukan dan mengkoordinasikan kebutuhan staf audit .
  11. Melaksanakan diskusi dengan pihak pemberi tugas untuk memperoleh tambahan informasi untuk tujuan audit yang akan dilaksanakan sehingga auditor dapat mengantisipasi dan memberikan perhatian terhadap hal-hal yang berkaitan dipandang perlu .
Agar dapat membuat perencanaan audit dengan sebaik-baiknya, auditor harus memahi bisnis klien dengan sebaik-baiknya, termasuk sifat dan jenis usaha klien, struktur organisasinya, struktur permodalan, metode produksi, pemasaran, distribusi dan lain-lain .
Auditor harus menyusun Audit Plan, segera setelah Engagement Letter disetujui oleh klien .
Isi dari Audit Plan mencakup ;
1.      Hal-hal mengenai clien .
a.       Bidang usaha klien, alamat, nomor telepon, dan lain-lain .
b.      Status hukum perusahaaan .
c.       Accounting policy .
d.      Neraca komparatif dan perbandingan penjualan, laba/rugi tahun lalu dan sekarang .
e.       Client contact .
f.       Accounting, Auditing & Tax problem .
2.      Hal-hal yang mempengaruhi klien .
3.      Rencana kerja auditor .
  1. Staffing .
  2. Waktu pemeriksaan .
  3. Jenis jasa yang diberikan
  4. Bantuan-bantuan dapat diberikan klien .
  5. Time Schedule .

Sumber referensi
Agoes Sukrisno, Auditing(Pemeriksaan Akuntan)Oleh Kantor Akuntan Publik Jilid 1,
           Jakarta : Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia , 2004

AUDITING

PENGERTIAN AUDITING
Auditing merupakan salah satu bentuk atestasi . 
Hubungan antara assurance, attestation, dan auditing .

Assurance services :  meningkatkan kualitas informasi atau isi informasi untuk pengambil keputusan
Reabilitas dari sistem informasi
Cukup tidaknya sistem manajemen resiko
Efektivitas dari sistem pengukuran kinerja
Cukup tidaknya keamanan atas transaksi komersial

Attentions Services : memberikan opini atas reliabilitas dari pernyataan seseorang
Asersi tentang pengendalian intern
Asersi tentang ketaatan terhadap ketentuan-ketentuan dalam kontrak
Asersi tentang ketaatan terhadap undang-undang dan peraturan-peraturan

Auditing : asersi tentang kewajaran penyajian laporan keuangan
Menurut Skrisno Agoes,
Auditing adalah suatu pemeriksaan yang dilakukan secara kritis dan sistematis, oleh pihak yang independen, terhadap laporan keuangan yang telah disusun oleh manajemen, berserta catatan-catatan pembukuan dan bukti-bukti pendukungnya, dengan tujuan untuk dapat memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan tersebut .

Auditing dan Asersi Manajemen 
Asersi adalah reprsentasi manajemen mengenai kewajaran laporan keuangan Auiditing Standards Board (ASB), suatu badan yang dibentuk AICPA untuk memformulasikan standar auditing dan interpretasinya, mengklasikan asersi laporan keuangan sebagai berikut ;
  1. Existence atau occurance
  2. Comleteness
  3. Rights and obligations
  4. Valuation atau allocation
  5. Presentation and disclosure
Tugas auditor adalah untuk menentukan apakah represetasi(asersi) tersebut betul wajar ; maksudnya untuk meyakinkan “tingkat keterkaitan antara asersi tersebut dengan kriteria yang ditetapkan “ .
Auditing merupakan suatu proses sistematik, yang terdiri dari lamhkah- langkah yang berurutan, termasuk
  1. evalusi internal accounting control
  2. test terhadap substansi transaksi-transaksi saldo .

Mengapa diperlukan audit?
Audit atas laporan keuangan diperlukanoleh perusahaan berbentuk Perseroan Terbatas pemegang saham .
Biasanya setahun sekali dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) para pemegang saham akan meminta pertanggungjawaban manajemen perusahaan dalam bentuk laporan keuangan .

JENIS-JENIS AUDIT 
Ditinjau dari luasnya pemeriksaan ;
  1. General Audit ( pemeriksaan umum)
  2. Special Audit ( pemeriksaan khusus)
Ditinjau dari jenis pemeriksaan ;
  1. Management audit ( operational audit )
  2. Compliance audit (pemeriksaan ketaatan)
  3. Internal audit ( pemeriksaan intern0
  4. Computer audit .

Sumber referensi
Agoes Sukrisno, Auditing(Pemeriksaan Akuntan)Oleh Kantor Akuntan Publik Jilid 1,
           Jakarta : Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia , 2004