Rabu, 02 Februari 2011

Ketika peluang itu datang ?


Ketika peluang itu datang ?

Hal- hal dasar apa saja yang harus siap di dalam diri kita  ketika peluang itu datang ?

1. Knowledge
Pengetahuan / informasi yang menunjang di bidang “peluang” itu sendiri . Bagaimana mungkin misalnya saja kita ditawarkan pekerjaan guru les bahasa Inggris kita tidak bisa bahasa Inggris ??

Ada beberapa tingkatan knowledge untuk menerima peluang bisnis / usaha :

a. Basic Knowledge
Yaitu pengetahuan- pengetahuan yang bisa diajarkan kepada umum/ orang awam dalam waktu singkat .
Misal; menggoreng, menjemur, memaku, memacul, dll .

b. Midle Knowledge .
Yaitu pengetahuan- pengetahuan yang bisa diajarkan berulang- ulang dalam beberapa hari .
Misal; mengendarai kendaraan, belajar system computer, dll .

c. Expert Knowledge
Yaitu pengetahuan- pengetahuan yang bisa diajarkan dengan membutuhkan guru/ pelatih pendamping yang berpengalaman dan membutuhkan skill khusus .
Misal; Mahasiswa kedokteran spesialis bedah pada awalnya akan dibantu oleh dokter bedah yang sudah profesionalisme .
Dan pada expert knowledge yang bisa diajarkan tanpa harus melalui pendidikan formal, tapi dari ketekunan dan keuletan orang itu sendiri .
Contoh;
- belajar alat musik
- belajar kesenian
- belajar internet
- belajar mesin kendaraan bermotor

Jadi, jika kita melihat peluang bisnis usaha dan kita punya knowledge di bidang tersebut, artinya kita sudah siap meraih peluang bisnis tersebut .

Bahkan jika dalam profesi expert knowledge pun jika kita mendapatkan info skill dari guru/pelatih pendamping secara gratis itu sangat bagus untuk dijadikan peluang buat kita . Semakin banyak kita bertanya semakin kita cepat menyerap ilmu yang diberikannya, dan itu menambah wawasan dan pengalaman kita menjadi cepat pintar .

2. Mentality
Merupakan factor utama dalam suksesnya melakukan sebuah pekerjaan/ peluang bisnis usaha baru .
Sebagai contoh, mungkin kita sudah bisa berbahasa Jerman tapi mental kita tidak bisa menerima pekerjaan sebagai penerjemah suatu perusahaan karena masih gugup jika berbicara di depan umum .

Mentalitas yang buruk dapat menggangu naiknya prestasi karier/ bisnis seseorang . Hal ini diidentifikasikan dengan factor emosional/ Emotional Questions (EQ) .

Kita sebagai diri kita adanya sering merasakan perasaan tacit, ragu- ragu, / dihantui baying-bayang negative lainnya .

Cara mudah mengatasinya ketakutan hanyalah 1 yaitu melawan rasa takut itu sendiri baik dalam pikiran mental ataupun tindakan nyata .

Mungkin kita pada waktu sekolah pernah diminta maju di depan kelas untuk bernyanyi/berpuisi/ menari / lainnya . Nah, ketika kita belum maju hti kita merasa deg-deg-an takut, tapi ketika kita diminta maju seolah- olah kita dipaksa melakukan apa yang kiat takutkan itu . . Dan setelah melewati masa kritis itu kita bisa mengalahkan apa yang kita takutkan tadi .

Jadi, sebetulnya kita bisa mengatasi mentalitas ketakutan dengan melompat keluar mengambil 1 tindakan yaitu keluar dari ketakutan utu sendiri = ACTION ! .

3. Attitude
Sikap merupakan factor yang hamper sama dengan mentaliats, sikap mengendalikan seluruh tubuh kita .

Apabila hari ini anda bersikap sedih, lemah, pesimis,lesu, tidak bersemangat, seolah- olah tidak ada harapan baru, negative thinking, maka ketika anada melihat sebuah peluang kerja-bisnis-usaha tidak akan pernah meliahatnya sebagai sebuah harapan yang membantu kehudupan anda .

Ibarat anda berada di padang pasir selama seminggu dan anda kehausan, tapi ketika ada seorang yang menawkan anda segelas jus segar and menghiaraukannya begitu saja . Semangat adalah salah satu factor penting untuk bekerja, dengan semangat kiat siap menerima tantangan seberat apapun .

Bahkan kita berani melakuakan peribahasa “berakit- rakit kehulu berenang- renang ketepian” .
Siakp Thomas Ajfa Edison berhasil mengalahkan kegagalan ratuasn kali untuk berhasil menemukan lampu .

Ia punya sikap positif meskipun pernah diangap bodoh oleh gurunya dan mau berkerja lebih keras sehingga berhasil membuat hak paten 1093 penemuannya .
Berapa kali anda gagal? 5? 10? 30? 100? Dan anda berhenti? Bagaimana dengan Thomas alfa Edison yang sudah beribu-ribu kali? .  

0 komentar:

Poskan Komentar