Minggu, 10 Juni 2012

Langkanya Lagu Anak-Anak



Saya adalah seseorang yang termasuk pecinta musik . I love so much of songs termasuk lagu anak-anak . Ini bukan berarti saya tidak tahu umur, walau saya saat ini sudah berusia 20 tahun tapi saya masih tetap suka dengan lagu anak-anak . Hal ini juga didorong oleh kebiasaan saya bernyanyi bersama adik saya yang masih duduk dibangku SD . 
Saya memandang lagu anak-anak sangatlah baik merupakan bentuk hal yang positif karena lagu anak-anak ini memiliki unsur-unsur positif seperti edukasi, sosialisasi, budaya, daya pikir, dll . Dan saya yakin bukan hanya saya saja yang memandang demikian tetapi mungkin beberapa orang termasuk anda pastikan memandang demikian . Tetapi yang menjadi pertanyaan saya yaitu, Mengapa pada masa sekarang ini langka atauoun kurang adanya lagu anak-anak yang baru???  . Apa kurang peminta?? saya pikir itu salah . Apa kurang penciptanya? mungkin juga . Apa kurang bermateri/kormesi? saya tak bisa jawab ini .
Coba ingat kembali masa lalu ktika saya masih kecil ya sekitar pada tahun 90’an marak akan lagu anak-anak . Sebut saja seperti Trio wek-wek, Joshua, Tina Toon, Agnes Monica, Tasya, dll . Siapa yang tidak kenal dengan mereka. Mereka adalah artis-artis cilik pada masa mereka dan saya kecil dalu . Mereka ini termasuk atis-artis cilik idola saya dan yang membuat saya kagum pada mereka adalah mereka dapat menempatkan dirinya mereka dengan tepat dan baik . Dalam artian, ketika mereka masih kecil mereka menjadi artis cilik yang menyanyikan lagu anak-anak dan objeknya anak-anak kecil serta ketika mereka  sudah besar (remaja/dewasa) mereka menjadi artis remaja/dewasa yang menyanyikan lagu remaja/dewasa dan objeknya juga orang-orang remaja/dewasa . Jadi sini dapat dilihat bahwa cocok, pas sesuai, setara antara subjek dengan objeknya . Ini baru bisa dibilang positif .
Memang artis-aris cilik saat ini marak juga, tapi tidak marak dengan lagu anak-anak . Beberapa dari mereka bernyanyi lagu tentang percintaan yang objeknya adalah anak-anak, sedangkan kita tahu bahwa lagu tentang percintaan bakanlah lagu anak-anak melainkan lagu oaring-orang dewasa . Ini sudah salah kaprah . Diman hubungan antara subjek dengan objek tidak tepat ini bisa mempengaruhi dan menyebabkan hal-hal yang buruk . Disini saya tidak ingin menyebutkan nama dari pihak tertentu tapi saya akan memberikan contohnya seperti salah satu artis cilik “X” menyakinkan sebuah lagu tentang percintaan dan digemari oleh sebagian anak-anak . Contoh lain juga seperti salah satu artis remaja/dewasa yang menyanyikan lagu tentang percintaan yang objenya anak-anak . Nahhh, kan kita tahu percintaan berati hubungan dengan lawan jenis sedangkan hal ini bagi saya belum cukup pantas untuk anak-anak . Ini juga bisa disebabkan kurang nya lagu anak-anak saat ini jadi anak-anak lebih mengonsumsi lagu-lagu yang sedang marak saja seperti lagu tentang percintaan . Kedua contoh diatas bisa menyebabkan anak-anak yang seharusnya merasakan masa kanak-kanak tetapi dirangsang tuk merasakan masa remaja/dewasa . So, dimana?? kapan?? mereka merasakan masa kanak-kanak jika mereka sudah dari kecil dirangsang tuk merasakan masa remaja/dewasa . Dan hal ini bisa dibilang bahwa masa kanak-kanak bisa telah hilang .
Apalagi jika hal tsb tidak didukung oleh pengawasan keluarga, wah wah wah saya tidak dapat pikir akan seperti apa anak-anak itu .
Memang hal ini terlalu menjurus jauh tapi jika tetap masih dibiarkan yang lama-kelamaan bisa kejauhan jadi kejadian, makanya mulai dari sekarang bersama kita bisa cegah kok . Disini kita cari tahu diamana yang salah . Apakah itu artisnya?? Produsernya pemerintah? keluarga? anak-anak? kita harus cari tahu . Kita bisa cegah pertama dengan pengawasan dari pihak keluarga langsung dalam memilihh dan menentukan lagu-lagu untuk anak dan tak luput peran pada pemerintah . Saya punya usul yaitu mengapa tidak dibuat hukum  peraturan yang melarang anak-anak dibawah umur menyanyikan lagu tentang percintaan khususnya dalam bidang kormersil dan public . Dengan demikian banyak pihak yang terbangun untuk memciptakan lagu anak-anak karena banyak permintaan dan juga masa anak-anak tidak terdahului ataupaun terlewatkan . Janganlah nantinya kita menyesali akan hal yang banyak dianggap kecil ini . Ingat terkadang hal yang kecil bisa berdampak besar .


0 komentar:

Poskan Komentar