Rabu, 11 April 2012

Cocok 99 %

***   Cocok 99 %  *****  

...Tok..tok.. suara pintu diketuk . “ya, masuk tidak dikunci..” ujar Woper . “hai ,Wope... masih kerja aja...” ujar Ruth sambil duduk di sofa ruangan Woper dan buka- buka majalah . “ hai, Ruth... Iya nich, masih lagi ngecek- ngecek laporan  kas dari bawahan buat dikasih ke direk. Kamu gimana dah selesai??tumben nyamper .. ada angin apa nich?..hahaha..” jawab Woper sambil meledek . “ udah dong.. baru aja dikasih ke direk...nanti pulang mau kemana? Makan dulu yuk!! Sambil hangout atau nonton, lagi bete nih sama kerjaan..refreshing..” ajak Ruth dengan wajah kusut . “ tumben rajin duluan..baru rajin sekali aja dah bete ..gimana sich..? Klo malem ini

sepertinya tidak bisa dech..” timbal Woper sambil mengeles . “ ya.. gagal lagi dech rencana aku . Tapi ada apaan? tumben...cciiee..darling Marlin pasti ya ngajak dinner.. tau dech yang nomor one is diffrent...”, timbal Ruth dengan meledek . “ ih.. enggak donk.. God and Family is frist..” jawab Woper dengan malu . “iya, tapi lebih dari aku kan ??..”, ujar Ruth sambil tertawa meledek . “ ya..terserah dech, buat kali ini . Ku tak bisa lebih ..hehehe...” ujar Woper . “ yes.. akhirnya kalah juga..hahaha..?”, timbal Ruth dengan bahagianya menag meledek Woper . Tak lama kemudian, kring..kring..sura telepon berbunyi . “ Halo,..”, jawab Woper dengan halus dan sopan . “ Wop,..ini Daniel, Ruth ada? . Tadi aku telepon kata secretarisnya dia ada di ruangan kamu...”, tanya Daniel . “oh, kamu apa kabar?”, sapa Woper . “baik..Wop..”, jawab Daniel . “ tunggu sebentar ya, Dan . Aku panggil Ruth dulu

ya..”,ujar Woper . “Gak usah Wop !! aku udah di lobby . Suruh aja dia ke bawah aku tunggu gitu...ok...” balas Daniel . “ oh gitu, yaudah ...ok deech . Aku suruh dia ya ..” ujar Woper . “ terima kasih ya, Wop..”, ujar Daniel . “ iya Dan sama- sama . Dengan rasa ingin tahu “ siapa Wop? “ tanya Ruth . “ your dadar guling...” jawab Woper . Sambil penasaran dan ngotot “ dadar guling?? Siapa sich??yang bener dong..!! “, timbal Ruth . Dengan sura kencang” your darling..dadar guling...dah tunggu di lobby tuh, kamu disuruh kesana tuh ...kangen kali cepet..nanti hilang lagi...sambil bawa tas tuh sekalian pulang..!!”, ujar Woper . “oh, Daniel.. ya udah deh aku duluan ya , Wop..See you...” ujar Ruth . “ seeyou too, bye..” , balas Woper .

Sreett... bunyi leasleting  tas Woper yang sedang beres – beres selesai pekerjaan untuk pulang yang sebelumnya akan diner dengan  Marlin Kekasih pujaannya yang sudah tiga tahun berhubungan . “ Jakc, nanti ruangan saya ya, tolong !! “ suruh Woper  denngan lembut kepada Jakci, cleaning service di kantornya . “ iya bu, baik ..”, jawab Jack . Cekk..Cekk bunyi alarm mobilnya yang dibarengi bunyi klkson mobil direknya yang menugurnya dan ia pun hanya tersenyum kepada mobil  Sedan mercy mewah milik direknya itu . Diapun cepat lekas membuka pintu mobilnya dan menutupnya kembali dan lalu mengendarai mobilnya menuju tempat yang telah dia dan Marlin janjikan .

Setibanya disana rupanya Marlin telah ada lebih dulu datang dari pada dirinya . Cu..Cup.. bunyi kecup pipi kanan kiri yang mereka lakukan pada saat bertemu . “ Dah lama nunggu ?? sory ya lama..”, ujar Woper . “ Enggak kok... aku baru aja sampai gak lama dari kamu . Oh ya, kamu mau pesen apa ? “, jawab Marlin dengan penuh lembut sayang perhatian . “ Aku, ini aja dech .. nasi merah bebek bakar mayonase, terus kamu mau apa? “, tanya Woper . “ aku.. apaya... ehm... ini aja dech nasi iga bakar saus . Mas ...!!! “, jawab Marlin sambil memanggil  seorang pelayan . “ Mas, ini ... dan ini.. Oh ya kamu mau minum apa?” ,tanya Marlin kepada Woper sambil menunjuk pesanan kepada pelayan . “  Aku , minum capucinno latte aja dech . “, jawab  Woper . “ ya, Mas jadi  kami pesan .... “, ujar MarLin sambil  menjelaskan pesana kepada pelayan . Sambil menunggu hidangan datang mereka pun mengobrol- ngobrol sambil bercanda- canda dan kelihatan bahagai . mereka membicarakan tentang aktivitas mereka masing- masing, teman – teman mereka, keluarga mereka masing- masing sampai kehubungan mereka saat ini yang telah berjalan selama tiga tahun . Hingga suatu kalimat terlontar dari bibir Marlin yang membuat situasi yang tadinya santai menjadi serius “ Wop, Hubungan kita udah lama banget, tiga tahun Wop, bagi aku itu waktu yang telah cukup untuk kita saling mengenal jauh kepribadian kita satu sama lain. Dan aku sudah merasa cocok sama kamu dan telah mengenal kamu jauh selama tiga tahun terakhir ini dan aku mau hubungan kita berlanjut terus kejejenjang berikutnya karena aku sudah membuat keputusan kan hidup bersama kamu  diatas sebuah janji yang sah dan legal di mata hukum serta agama dengan penuh tanggungjawab . Dan kalau untuk keluarga nanti akan kita bahas dan akan aku sampaikan kepada keluarga kita masing- masing setelah jika kamu menerima keputusan dan keinginan aku untuk kepentingan kita bersama nanti . Bagaimana keputusan kamu tentang pernyataan ku ini ?, ujar Marlin dengan pandangan mata yang tak berkedip sekalipun kepada Woper dengan nada lembut dan

sayang . “ Terus bagaimana dengan keyakinan kita? Kamu tahu dari dulu aku sudah bilang hanya inilah permasalahannnya sejak dulu aku memang sudah yakin namun hanya satu yang belum cocok . Dan aku mau jika kita kehubungan jenjang berikutnya, kepercayaan kita ini cocok .!!”, jelas Woper dengan lembu  dan serius pula . “ Untuk masalah itu aku sudah pikirkan . Aku ingin kamu ikut aku . “, ujar Marlin yang tak lama kemudian hidanganpun tiba . “ Baik, aku sudah punya keputusannya jika begitu, tapi aku akan bilang nanti sehabis kita makan malam ini . Dan makanlah mereka dengan suasana yang masih terlihat lembut dan romantis namun terbilang serius tak seperti pada awalnya . Selesainya makan malam itu, “ Wop, aku mau ke toilet sebentar dulu, ya? ... “, ujar Marllin . “ Iya...”, sahut Woper . Selama Marlin di toilet Woper memanggil salah seorang pelayan meminta bill untuk membayar makan malam mereka . “Mas..!!!”,ujar Woper . “terimakasih , mbak . “, balas pelayan itu . Sekembalinya Marlin dari toilet, dan ia pun duduk di kursi serta mengeluarkan sesuatu dari saku sebelah celananya dan iapun langsung menuju point pembicaraan tadi sambil mebuka kotak kecil berwarna cream yang berisi sepasang cicin mengkilau emas permata berlian yang terlihat elegan dan mewah  dan berkatalah ia dengan Lembut “Wop, aku ingin dengar keputusanmu yang akan ingin kamu berikan padaku dengan simbol kotak cincin yang ada ditanganku ini . Jika kamu menerimanya , kamu buka kotak cincin ini dan tutup kembali lalu letakkan diatas meja ini . Namun jika kamu menolaknya, buka kotak ini dan ambillah salah sepasang cincin ini lalu pakaikan cincin itu dijariku dan jarimu juga untuk sebagai kenangan kita bersama .”, ujarnya . Sambil membuka kotak cincin itu Woperpun berkata “Maaf, aku tidak bisa dan takkan pernah meninggalkan Tuhanku “, jawab Woper dengan nada agak haru sambil memakaikan salah sepasang cincin elegan itu dijari Marlin . Namun, ia tidak memakaikan cincin itu dijarinya malah menutup kotak cincin itu dan berkata “ cincin ini masih memiliki nilai guna . Sebaiknya, kamu simpan saja sampai nanti ada pengganti diriku yang kan menjadi yang terbaik tuk temani hidupmu selamanya . Dan pasti akan ada, karena aku dan kamu tidak cocok yang berarti kita tak berjodoh sampai kapanpun walau hanya satu yang tidak cocok dan bagiku itu sangatlah penting . Karena aku tak ingin tiket keselamatanku hangus yang telah diberikan-Nya kepadaku tanpa melihat siapa aku dan para hamba- hamba-Nya dengan penebusan-Nya tuk kami para hamba- hamba-Nya yang percaya kepada_nya . Jika kamu berubah pikiran tuk percaya kepada-Nya, bilanglah padaku dan aku akan mengajak kamu untuk lebih dekat  mengenal-Nya sebelum pertandingan ini selesai . Jika kamu telah melakukan-Nya, makalah kita bisa dibilang cocok 100 %” , ulas Woper dengan lembut namun tegas yang terbilang sebagai sugesti  untuk Marlin .

0 komentar:

Poskan Komentar