Jumat, 12 November 2010

CONTOH ASOSIASI DIBIDANG TI DI INDONESIA


CONTOH- CONTOH ASOSIASINYA DIBIDANG TI DI INDONESIA

1. Sejarah Apkomindo (asosiasi pengusaha komputer indonesia)

Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) dibentuk dari berkumpulnya lebih dari 300 pengusaha komputer baik yang berdomisili di Jakarta maupun yang secara khusus datang dari berbagai daerah di Indonesia untuk hadir dalam acara Ulang Tahun ke-5 PT. HL Enterprise di Golden Ballroom Grand Hyatt - Jakarta pada tanggal 20 September 1991.
Pengusaha-pengusaha ini melihat makin luasnya pasar komputer di Indonesia dan makin cepatnya perkembangan teknologi komputer serta makin banyaknya pengusaha komputer yang bergerak di berbagai sektor dan beraneka ragam segmen, menjadikan problema yang makin hari makin kompleks yang bisa merugikan sesama pengusaha sendiri. Kendala yang dihadapi waktu itu antara lain :
·      Kurangnya komunikasi antar pengusaha menyebabkan penyebaran arus informasi menjadi kurang lancar;
·      Kurangnya kerja sama sesama pengusaha menimbulkan ekonomi biaya tinggi dalam kegiatan promosi maupun pendistribusian barang;
·      Kurang lancarnya hubungan antara pengusaha komputer dengan pihak pemerintah.
Sonny Franslay sebagai pemrakarsa Apkomindo (Asosisasi Pengusaha Komputer Indonesia) , mengusulkan terbentuknya Apkomindo sebagai organisasi yang berskala nasional dan bersifat non-profit. Seluruh pendapatan asosiasi yang didapatkan dari iuran anggota akan dipakai sepenuhnya untuk membiayai kegiatan asosiasi. Beberapa nama yang patut dicatat sebagai founding fathers dari Apkomindo adalah Ir. Chris Irwan Japari, Ir. Wiriadi Tirtariyadi, Ir. Kunarto Mintarno, Efendi Ruslim, John Franco, Jackson Ong, Agus Setiawan dan Alm. Daniel Tjahyadi.
Setelah melakukan persiapan seperlunya, pada tanggal 13 Desember 1991, dilangsungkan Rapat Perdana Apkomindo bertempat di Golden Ballroom - Hotel Hilton, Jakarta - yang sekaligus menandai lahirnya Apkomindo. Rapat perdana ini dipimpin oleh Ketua Umum Apkomindo terpilih yaitu Sonny Franslay.
Juni 1992, asosiasi mengkoordinir pengusaha dari Indonesia mengunjungi pameran Computex di Taiwan, dan telah diterima oleh asosiasi di sana, dan pertama kali pula rombongan Apkomindo diajak menghadiri konferensi pengusaha komputer dunia di Hotel Yuen San Taipei untuk mewakili Indonesia. Apkomindo juga telah menjadi anggota South East Asia Technology Organization yang berpusat di Taipei. Pada acara Executive Round Table Meeting waktu itu, Apkomindo diwakili oleh Sonny Franslay, Eddy Liew dan Daniel Tjahyadi. Pada acara tersebut, Apkomindo mendapat undangan untuk berpidato selama 15 menit di Comdex - Las Vegas untuk mewakili Indonesia. Karena kesibukan di Indocomtech 1992, tidak ada satu pun dari Pengurus yang dapat menghadiri Comdex, sehingga Apkomindo mengutus Rudy Rusdiah sebagai observer.
Pada tanggal 14 - 22 Nopember 1992 Apkomindo menyelenggarakan Pameran Komputer yang pertama dan terbesar di Indonesia yang dinamakan Indocomtech bertempat di Kemayoran, yang diresmikan oleh Bapak Ir. Hartarto, Menteri Perindustrian pada saat itu Pada Indocomtech 1992 tersebut, terdapat acara spektakular yaitu TVM Giant Wall dimana 300 unit komputer monitor berhasil dihubungkan dengan 1 jaringan sistem yang dikendalikan dalam 1 server dan telah tercatat di MURI.
Mengunjungi Computex - Taiwan dan menyenggarakan Indocomtech menjadi kegiatan rutin tiap tahun yang dikoordinir oleh Apkomindo, disamping mengadopsi perkembangan mutahir teknologi bidang IT luar negeri, juga memperkenalkan potensi industri bidang IT di Indonesia. Jadi kegiatan-kegiatan tersebut mengemban misi komunikasi dua arah dan kegiatan-kegiatan lainnya yang bersifat memberikan nilai tambah kepada para pengusaha yang tergabung dalam APKOMINDO maupun kegiatan lainnya yang memberikan konstribusi atau partisipasi terhadap pembangunan industri bidang IT di Indonesia (kegiatan-kegiatan tidak dapat dirinci dalam lembaran ini).
Bukan Cuma Jualan
Anggota asosiasi tidak hanya ber-konsentrasi pada bisnis, kegiatan aksi sosial juga tidak dilupakan, selain membagi bingkisan sembako kepada penduduk yang sangat membutuhkannya pada masa krisis pangan tiga tahun lalu, Februari 2002, asosiasi kembali mengumpul-kan sumbangan untuk disalurkan kepada penduduk  tak mampu yang mengalami musibah banjir. Selain itu, kegiatan donor darah dari anggota Apkomindo ke PMI yang dilaksanakan tahun 2001 juga akan menjadi salah satu kegiatan rutin asosiasi.
Untuk menambah wawasan pengetahuan Internet, pakar internet Dr. Onno W. Purbo telah menyumbangkan artikel-artikelnya dan asosiasi mentransfernya ke dalam bentuk CD-ROM. CD-ROM yang diberi judul ”Mencerdaskan Bangsa” itu dibagikan secara cuma-cuma terutama kepada pelajar dan mahasiswa di seluruh Indonesia. Melalui Gerakan Nasional Sadar HAKI, asosiasi telah bekerjasama dengan Trustix untuk menerbitkan CD-ROM yang juga dibagikan secara gratis kepada masyarakat.
Menghadapi kriminal penipuan yang menggunakan teknik serta teknologi canggih, pengurus asosiasi dan Ibu Judith dari Majalah Forum telah mengadakan pertemuan dengan pihak Polda Metro Jaya, gagasan program Sahabat Polisi telah mendapat dukungan positip dari pihak Polri. Salah satu kepercayaan pemerintah terhadap asosiasi, adalah dengan terakreditasinya Badan Sertifikasi Apkomindo untuk bidang komputer dan peralatannya, dimana merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan surat Tanda Dattar Rekanan, dalam keperluan pelaksanaan tender proyek pengadaan komputer kebutuhan pemerintah.

2. APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia)
Dalam Musyawarah Nasional Pertama Tanggal 15 Mei 1996, pada saat mana APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) dinyatakan berdiri, dewan pengurus yang ditunjuk untuk masa jabatan 3 tahun pertama diminta untuk melakukan beberapa program kunci yang dinilai strategis untuk pengembangan jaringan internet di Indonesia.Program-program tersebut adalah :
·      Tarif Jasa Internet
·      Pembentukan Indonesia-Network Information Center [ID-NIC]
·      Pembentukan Indonesia Internet Exchange [IIX]
·      Negosiasi Tarif Infrastruktur Jasa Telekomunikasi
·      Usulan Jumlah dan Jenis Provider
Program Pengusulan Tarif Jasa Internet dan Negosiasi Tarif Infrastruktur Jasa Telekomunikasi telah berhasil dilaksanakan dengan baik dengan keluarnya beberapa keputusan pemerintah, yakni :
·      Surat Keputusan MENPARPOSTEL R.I. Nomor KM.59/PR.301/MPPT-96 tanggal 30 Juli 1996 tentang Tarif Jasa Internet.
·      Surat Keputusan MENPARPOSTEL R.I. Nomor KM.2/PR.301/MPPT-97 tanggal tentang Tarif Jasa Sirkit Langganan (Leased Circuit) Termasuk penjabarannya, Sesuai Surat SEKJEN DEPARPOSTEL R.I. Nomor PR.301/9/5/PPT-97 tanggal 28 Februari 1997 yang menyatakan bahwa Penyelenggara Jasa Internet adalah Operator Jasa Telekomunikasi.
APJII memberikan layanan-layanan menguntungkan bagi anggota, diantaranya adalah:
·      Koneksi IIX [Indonesia Internet Exchange].
·      APJII –NIR [Alokasi IP Address dan AS Number]
·      Penyelenggaraan komunikasi dan konsultasi diantara anggota, antara anggota dengan Pemerintah, antara anggota dengan asosiasi/organisasi semitra didalam dan diluar negeri, serta antara anggota dengan dunia usaha pada umumnya
·      Penyediaan sumber-sumber informasi yang berkaitan dengan kebutuhan anggota
·      Perlindungan kepentingan anggota, memberikan masukan kepada Pemerintah melalui departemen terkait mengenai berbagai masalah demi kepentingan anggota
·      Penyelenggaraan Seminar dan Training

MISI DAN TUJUAN
APJII memiliki misi dan tujuan sebagai berikut :
·      Membantu para anggota dalam menyediakan jasa Internet yang berkualitas bagi masyarakat Indonesia.
·      Memasyarakatkan Internet dalam menunjang pengembangan sumber daya manusia di Indonesia.
·      Mendukung terciptanya peluang bisnis pengusaha Indonesia melalui penyediaan sarana informasi dan komunikasi global.
·      Membantu pemerintah dalam usaha pemerataan ekonomi di tanah air melalui kesempatan akses terhadap informasi dan komunikasi secara merata di seluruh pelosok Indonesia.
·      Membantu para anggota dalam menyediakan sumber-sumber informasi mengenai Indonesia.
·      Meningkatkan partisipasi masyarakat Indonesia dalam kerjasama Internasional.

TUGAS-TUGAS POKOK APJII

APJII mempunyai tugas-tugas pokok sebagai berikut:
·      Membina dan mengembangkan rasa kesatuan dan persatuan di antara para anggotanya.
·      Melindungi kepentingan para anggota.
·      Membantu usaha arbitrase dalam arti menengahi, mendamaikan dan menyelesaikan diantara anggota.
·      Menyelenggarakan komunikasi dan konsultasi antar anggota, antara anggota dengan Pemerintah dan antara anggota dengan asosiasi/organisasi semitra di dalam dan luar negeri, serta dunia usaha pada umumnya.
·      Menyelenggarakan hubungan dengan badan perekonomian dan badan-badan lain yang berkaitan dengan dan bermanfaat bagi APJII, baik nasional maupun Internasional.
·      Menjadi mitra Pemerintah dalam membangun sarana informasi dan komunikasi Nasional dan Internasional, sehingga seluruh sumber daya yang ada dapat digerakkan secara terpadu, efisien dan efektif.

3. AWARI ( Asosiasi WARNET Indonesia)

Pada tanggal 25 Mei 2000 merupakan hari bersejarah bagi rekan-rekan WARNET - karena telah lahir Asosiasi Warnet Indonesia yang ada secara fisik dalam pertemuan di kantor DIKMENJUR. Dalam sebuah rapat untuk melihat kemungkinan kerjasama antara rekan-rekan WARNET dengan SMK, yang di pimpin oleh DR. Gatot HP Direktur Menengah Kejuruan DIKNAS pada saat itu. Asosiasi WARNET Indonesia kemudian di kenal sebagai AWARI.

Ketua Asosiasi Warnet pertama adalah rekan Rudy Rusdiah, Bendahara rekan Adlinsyah dan Sekretaris Abdullah Koro. Tampaknya aktifias ketua AWARI waktu itu dirasakan tidak terlalu transparan kepada teman-teman WARNET. Di akhir 2001, di lakukan pertemuan rekan-rekan aktifis WARNET yang berakhir dengan di gantinya pengurus lama dengan presidium AWARI yang dipimpin oleh Judith MS, Michael Sunggiardi dan Abdullah Koro.
Pada awal tahun 2007, Asosiasi Warnet Indonesia ( AWARI ) kemudian mengadakan Musyawarah
Nasional Pertama pada tanggal 24-25 Februari bertempat di Hotel PERMATA Bidakara Bandung; Jl.
Lemahneundeut No.7 Setrasari Bandung - Jawa Barat.

Munas yang bertema "Dari Warnet Untuk Warnet, Demi Kemajuan Bersama" dihadiri oleh warnet dari berbagai daerah di Indonesia.

4. MASTEL
MASTEL adalah suatu lembaga nirlaba yang merupakan wadah bagi seluruh pelaku usaha dalam bidang telekomunikasi dan multi media, industri / pabrikan, asosiasi, professional , para pengamat dan peminat dalam bidang telematika, yang juga berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan dan mempertemukan seluruh kepentingan antara pemerintah dan para pelaku usaha serta para peminat di bidang telematika (telekomunikasi dan informatika).
MASTEL pada awalnya didirikan sebagai Masyarakat Telekomunikasi Indonesia (MASTEL) pada tanggal 01 Desember 1993, sebagai wadah berkumpulnya seluruh potensi di bidang telekomunikasi yang terdapat di dalam masyarakat, yang terkait dengan lingkungan strategis yang selalu berubah, untuk memformulasikan gagasan-gagasan menjadi realita, serta melakukan beragam kegiatan lain dalam rangka mempromosikan dan mengembangkan telekomunikasi Indonesia yang handal dan merata.
Menyikapi perkembangan teknologi dan timbulnya jasa-jasa baru akibat konvergensi antara telekomunikasi, teknologi informasi dan multimedia (didalamnya termasuk penyiaran), maka pada Musyawarah Nasional MASTEL yang ke-3 (tanggal 20 Pebruari 2000) diputuskan untuk memperluas cakupannya menjadi telekomunikasi, teknologi informasi dan multimedia. Dengan adanya perluasan cakupan ini MASTEL berubah menjadi Masyarakat TeleMatika Indonesia, dengan akronim yang tetap sama, yaitu MASTEL.
MASTEL saat ini didukung oleh lebih kurang 21 asosiasi bidang telematika, memiliki 141 anggota perusahaan, lebih kurang 239 anggota perseorangan profesional dan akademisi, 25 anggota organisasi nirlaba dan 14 orang anggota khusus/kehormatan MASTEL.
5. Komunitas Mambo Indonesia
Komunitas Mambo di Indonesia sendiri pada awalnya dicetuskan di komunitas postnuke Indonesia yang difasilitasi oleh proyek KIOSS. Inisiallisasi proyek mambo yang pertama kali di kerjakan oleh Luri Darmawan, Adhi Rachdian, Kemas Antonius dan Eljoe pada awal Oktober 2004, yang kemudian bergabung sukarelewan lain seperti Widhe, Andy dan Adi Setiawan. Situs komunitas mambo Indonesia dahulu dapat diakses menggunakan nama domain mambo-id.com.
Selain mempopulerkan Mambo di Indonesia, situs komunitas tersebut juga bertujuan untuk membantu pecinta dan pemerhati mambo dengan informasi berbahasa Indonesia.
6. AOSI (Asosiasi Open Source Indonesia)
AOSI adalah asosiasi berbadan hukum menghimpun organisasi-organisasi pencinta, penggiat, pengembang, pemakai, pendidik, pelaku bisnis dan semua pendukung Open Source skala nasional yang bekerja sama, bahu membahu membangun sinergi guna mencapai sukses bersama. Diresmikan dan berdiri sejak 30 juni 2008, AOSI merupakan asosiasi yang sah dan memiliki sejumlah program terencana untuk mendorong pengembangan teknis dan bisnis Open Source di Indonesia. AOSI melibatkan pihak pemerintah membahas program dan regulasi guna meningkatkan akselerasi berkembanganya pemanfaatan Open Soure di semua lapisan masyarakat NKRI.
Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI) dibentuk sebagai hasil dari IGOS Summit-II pada tanggal 29 Mei 2008 di Jakarta Convention Center (JaCC), Tanah Abang, Jakarta saat Penutupan IGOS Summit-II tersebut. Ditetapkan 4 orang Formatur untuk menyusun Organisasi AOSI, yaitu:
1. Rusmanto
2. Teddy Sukardi
3. Sumitro Roestam
4. Harry Sufehmi

Pada saat yang sama juga ditetapkan Duta Besar AOSI, yaitu Ibu Betti Alisjahbana, mantan CEO IBM Indonesia.
Asosiasi Open Source Indonesia didukung oleh perusahaan-perusahan besar bidang Teknologi Informasi, antara lain Sun Microsystems, Intel Corp., IBM Indonesia, ASUS, Zyrex, Apple Computers, Hewlett Packard, Dell Computer, Acer, dan lainnya.
Tujuan utama pembentukan AOSI adalah untuk membuat Software Open Source OSS dan Free Open Source Software FOSS menjadi sebuah solusi yang dapat diandalkan dalam bidang Komputing/Teknologi Informasi di Indonesia, sebagaimana software-software Proprietary yang telah banyak dipakai masyarakat Indonesia selama ini.
Selain itu, diharapkan dengan terbentuknya AOSI, maka makin banyak masyarakat Indonesia yang akan mengunalan softweare-software OSS/FOSS sebagai alternatif yang cost-efficient dan cost-effective dalam menyediakan solusi Komputing/Teknologi Informasi di Indonesia, serta dalam rangka mengurangi tingkat pembajakan software-software Proprietary, menghindari pelanggaran UU HaKI, dan meningkatkan citra bangsa Indonesia di Forum Internasional dan Perdagangan Dunia, sebagai negara dengan tingkat penggunaan software illegal terendah di Dunia. Ini karena software OSS/FOSS adalah berlisensi Genearl Public License (GPL) yang legal, sama seperti lisensi yang dimiliki oleh software-software Proprietary.
Organisasi AOSI juga diharapkan dapat menyediakan technical dan operational support bagi para pengguna software-software OSS/FOSS di Indonesia secara cepat, mudah, murah, dan komprehensif, sehingga terbentuk citra yang baik tentang software OSS/FOSS sebagai software yang professional dan mampu bersaing dengan berbagai jenis software aplikasi proprietary yang telah banyak digunakan masyarakat.
Model Bisnis software OSS/FOSS bukanlah model bisnis jualan lisensi software, namun lebih berfokus kepada dukungan dalam layanan teknis instalasi, customization, development, pendidikan, pelatihan dan sertifikasi keahlian dalam Software Aplikasi OSS/FOSS yang professional.

7. Komunitas Underground Indonesia 2006

Tidak banyak yang mengetahui tentang aktifitas komunitas underground di Indonesia, padahal sebetulnya cukup transparan di Internet dan dapat di lihat aktifitas nyatanya. Sebagian aktifitas rekan-rekan underground ini kadang tergolong unlegal, seperti, carding dan deface web. Akan tetapi sebetulnya banyak sekali aktifitas mereka yang sangat positif terutama dalam pengembangkan sumber daya manusia dan programmer / hacker IT yang handal.
Dulu para underground banyak melakukan chatting mengunakan IRC di DALNET dll. Pada masa lalu di IRC, proses arsip dan keanggotaan diskusi tidak terlalu terstruktur sebagian besar ilmu yang berkembang dari chatting akan hilang karena tidak terarsip. Pada saat ini, satu media komunikasi yang lumayan banyak digunakan untuk diskusi para hacker adalah mailing list terutama di yahoogroups.com yang dapat di akses melalui Web di http://groups.yahoo.com.
Dengan melakukan search sederhana di http://groups.yahoo.com, kita akan menemukan beberapa komunitas hacker Indonesia yang lumayan aktif. Di samping komunitas hacker maupun programmer yang sifatnya lebih ke software, ada beberapa komunitas para geek lainnya yang lebih ke elektronik maupun system administrator. Di sisi yang membosankan, kita juga akan melihat beberapa komunitas diskusi yang lebih ke politik kadangkala terlalu mengawang tentang teknologi informasi di Indonesia.
Summary secara umum berbagai komunitas ini adalah sebagai berikut,
Komunitas IT & Politik,
Name                   Members         Berdiri
genetika               2205           6 Januari 2001
telematika             1750           14 Juli 1999
mastel-anggota         337            13 September 2000

Komunitas Sistem Administrator

Name                           Members         Berdiri
asosiasi-warnet                6241           14 April 2000
Ilmukomputer-networking        5636           6 Desember 2003
It-center                      4889           22 April 2000
indowli                        4766           3 Feb 2001

Komunitas Geek Electronik
Name           Members         Berdiri
orari-news     1242           1 February 2001
pcrakitan      829            12 February 2005
elpop          583            12 Maret 2001

Komunitas Programmer
Name                           Members        Berdiri
Ilmukomputer-programming       5226           6 Desember 2003
Indoprog-vb                    5215           8 Maret 2001
delphindo                      2844           21 February 2001
jug-indonesia                  1783           12 April 2003
csharp-indo                    699            21 january 2002

Komunitas Hacker & Virus 
Name                   Members        Berdiri
jasakom-perjuangan     12278          28 February 2003
newbie-hacker          5636           11 Juli 2003
majalahneotek          5633           19 Juli 2000
vaksin                 3388           1 Des 2000
yogyafree              2251           25 April 2005
indocrack              1175           12 February 2005
bandunghack            1046           9 Agustus 2004

Terlihat bahwa umumnya komunitas hacker berdiri di tahun 2003,2004. Sementara komunitas programmer lebih awal di tahun 2002-an. Sementara Geek Elektronik di tahun 2001. Komunitas system administrator lebih tua lagi, berdiri di tahun 2000-an. Komunitas yang palin tua adalah para politikus IT yang banyak berdiri di tahun 1999-2000-an.
Yang menarik untuk di perhatikan adalah jumlah massa berbagai komunitas ini. Komunitas para politikus mempunyai massa paling sedikit sekali, tapi paling banyak bicara – atau dalam bahasa sederhananya, politikus lebih banyak omong, tapi tidak ada orang tertarik untuk mendengarkan omongan / janji politik. Di sisi ekstrim adalah komunitas hacker dan programmer, komunitas hacker dan programmer Indonesia termasuk komunitas Indonesia yang paling besar dan cukup solid di Internet. Aktifitasnya lebih banyak ke arah pendidikan dan penyebaran ilmu tentang berbagai topic yang berkaitan dengan teknik komputer.
Diantara sekian banyak hacker ada beberapa hacker yang termasuk pemimpin dari komunitas underground Indonesia, diantaranya adalah
S’to           http://jasakom.com/sto/
Xnuxer         http://xnuxer.or.id/
Jim Geovedi    http://jim.geovedi.com/
Irvan          http://irvan.or.id/
Y3dips         http://y3dips.echo.or.id/
Ciri khas hacker-hacker kelas elit adalah publikasinya yang bukan main banyaknya, sebagian dalam bentuk buku, sebagian dalam bentuk e-Zine sebagian lagi dalam bentuk presentasi-presentasi bahkan di forum-forum internasional seperti yang dilakukan oleh Jim Geovedi.

Sumber ;
·         http://www.aosi.or.id/

  • http://aosi.wordpress.com/category/asosiasi-open-source-indonesia/ 

0 komentar:

Poskan Komentar